Advetorial

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Bakal Berikan Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan WBCB

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta terus melakukan upaya untuk melestarikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya.

Tangkapan Layar
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S. Sos., M.M dan Juri Apresiasi Kelestarian dan Kerterawan Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M. Hum. dalam Podcast bertajuk Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Kamis (24/11/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta terus melakukan upaya untuk melestarikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya.

Salah satunya dengan memberikan Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan Warisan Budaya dan Cagar Budaya. 

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti SSos MM mengatakan Apresiasi Kelestarian dan Keterwatan Warisan Budaya dan Cagar Budaya merupakan kegiatan tahunan Disbud Kota Yogyakarta untuk para pelestari, baik perorangan maupun lembaga. 

Baca juga: Aksi Heroik Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta: Evakuasi Ular Piton 2,5 Meter dari Atap Rumah Warga

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan bagian dari sosialiasi agar masyarakat berperan aktif dalam melestarikan dan merawat bangunan warisan budaya dan cagar budaya di Kota Yogyakarta. 

"Di Kota Yogyakarta ini banyak sekali bangunan warisan budaya dan cagar budaya. Yang ditetapkan juga sudah cukup banyak, ada sekitar 177 di Kota Yogyakarta. Nah masyarakat ini masih banyak yang belum paham bahwa yang mereka miliki ini adalah warisan budaya atau cagar budaya, yang menjadi penanda perkembangan budaha pada waktu itu. Sehingga perlu dilakukan sosialiasi," katanya, Kamis (24/11/2022). 

Tak hanya itu, Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan Warisan Budaya dan Cagar Budaya juga merupakan motivasi bagi seluruh pelestari.

Sehingga pelestari warisan budaya dan cagar budaya termotivasi untuk terus melestarikan dan merawat bangunan tersebut. 

Ia mengakui merawat bangunan warisan budaya dan cagar budaya memang berat.

Namun apresiasi tersebut juga wujud kehadiran pemerintah dalam membantu pelestari. 

"Apresiasi ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada pelestari, dan wujud kehadiran pemerintah. Sehingga baik pelestari, masyarakat, dan pemerintah bisa sama-sama bersinergi dalam melestarikan bangunan warisan budaya dan cagar budaya," terangnya. 

Yetti mendorong agar pelestari warisan budaya dan cagar budaya bisa memanfaatkan bangunan tersebut untuk berbagai aktivitas.

Menurutnya banyak potensi yang bisa digali, mulai dari fasadnya yang menarik, hingga nilai sejarah yang bisa menjadi sarana edukasi. 

"Kegiatan masa kini juga bisa, misalnya dimanfaatkan sebagai kafe atau tempat pelestarian budaya dan aktivitas yang lain. Karena memang dari fasadnya sudah menarik. Nah ini perlu ditangkap oleh pelestari juga, sehingga tidak hanya dilestarikan tetapi juga dimanfaatkan, lebih bagus lagi ada nilai ekonominya. Ya menang ada aturan-aturan dalam mengelolanya," jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved