Cara Menaker Ida Fauziyah Turunkan Angka Pengangguran: Perkuat Link and Match ke Industri

Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah membenarkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia turun pada tahun 2022.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ardhike Indah
Menaker Ida Fauziyah menjelaskan cara pemerintah menurunkan angka pengangguran di Indonesia yaitu dengan memperkuat link and match ke industri, di GSP UGM, Selasa (22/11/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah membenarkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia turun pada tahun 2022.

Namun, Ida mengatakan, masih ada lulusan sarjana yang menganggur lantaran kurangnya link and match antara kampus dan industri.

"Pengangguran kita sebenarnya turun ya di 2022 ini dibandingkan dengan 2021 pengangguran kita sekarang TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka)-nya 5,8. 2021 TPT kita 6,2," kata Ida ditemui wartawan di Grha Sabha Pramana, UGM, Sleman, DIY, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Data Korban Gempa Cianjur per Selasa Sore, BNPB: Korban Meninggal Dunia Sekarang Ada 268

Dikatakannya, kebutuhan pasar industri terkadang tidak sama dengan kompetensi yang dimiliki lulusan SMK, SMA dan diploma. Dengan begitu, sering sekali lulusan tersebut tidak terserap di dunia kerja.

"Maka yang dilakukan pemerintah adalah membangun link and match. Pemerintah sekarang punya Perpres 68 Tahun 2021 itu agar pendidikan dan pelatihan vokasi dilakukan, direvitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi diintegrasikan dengan industri," jelasnya.

Ida turut menyinggung adanya bonus demografi di Indonesia yang memungkinkan negeri ini memiliki lebih banyak orang di usia produktif hingga tahun 2030 nanti.

Maka, muncul tantangan, yakni jenis pekerjaan baru, sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada, sehingga, yang perlu disiapkan adalah kompetensi tertentu sesuai dengan pasar kerja.

“Dari situ, kebutuhan industri itu tersuplai oleh persiapan yang dilakukan selama mereka mendapatkan pendidikan dan pelatihan vokasi," beber dia.

Saat memberikan pembekalan bagi calon wisudawan-wisudawati UGM periode I TA 2022/2023 yang akan diwisuda pada 23-24 November 2022, Ida juga meminta mahasiswa untuk terus mempelajari kompetensi baru agar tidak tertinggal dalam persaingan global.

Baca juga: KOMENTAR Bos Drama Korea KBS atas Kemenangan The King’s Affection di International Emmy Awards 2022

Di era kemajuan teknologi ini, soft skill adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan.

Sebab, hard skill bisa dipenuhi dengan teknologi yang sudah ada.

“Soft skill itu keluarnya dari dalam diri. Maka, harus terus diasah. Kalau hard skill, bisa dipenuhi teknologi. Kita butuh pemikiran yang kreatif, inovatif, analitis, kritis, fleksibel dan kewirausahaan,” tegasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved