Lahan Pertanian di Ngawen Gunungkidul Retak Sepanjang 500 Meter, Berpotensi Longsor
Lokasi retaknya tanah bersebelahan langsung dengan Kali Bedrek. Lebar sungai sendiri sekitar 75 meter dengan kedalaman 1 sampai 7 meter.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Lahan pertanian di Pedukuhan Sambeng III, Kalurahan Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul mengalami retak panjang. Retaknya tanah diperkirakan terjadi pada Minggu (20/11/2022) malam.
Kapolsek Ngawen, AKP Harjiyanto, mengatakan lahan tersebut milik Sutoyo (61) warga setempat.
"Lahannya kebetulan jauh dari kawasan permukiman," katanya dihubungi pada Senin (21/11/2022).
Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan.
Menurut Harjiyanto, bagian yang retak memiliki panjang sekitar 500 meter dan lebar retakan 20 sentimeter hingga 2 meter.
Ia mengatakan lokasi retaknya tanah bersebelahan langsung dengan Kali Bedrek. Lebar sungai sendiri sekitar 75 meter dengan kedalaman 1 sampai 7 meter.
"Sungainya mengalir dari Pedukuhan Sambeng V," ungkap Harjiyanto.
Meski jauh dari permukiman warga, ia tetap meminta warga setempat waspada. Sebab ada potensi longsor bisa terjadi.
Harjiyanto mengatakan potensi semakin tinggi jika terjadi hujan dengan curah tinggi.
Lokasi sekitar tanah retak pun sudah dipasangi garis polisi.
"Mungkin bisa semakin rawan ke depannya," jelasnya.
Lurah Sambirejo, Paryati baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu (20/11/2022) sekitar pukul 19.30 WIB. Ia mendapatkan informasinya dari potongan video yang beredar di warganya.
Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Pengecekan dilakukan setelah pihaknya mengumpulkan informasi dari warganya.
"Kami sudah melakukan antisipasi agar tidak jadi longsor susulan dan menimbulkan korban," kata Paryati.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kondisi-tanah-retak-di-lahan-pertanian-milik-warga-Pedukuhan-Sambeng-III-Gunungkidul.jpg)