7 Orang Sempat Terjebak di Sungai Progo, BPBD Kulon Progo Keluarkan Imbauan
Joko melanjutkan, peringatan diberikan setelah Basarnas Yogyakarta mengevakuasi tujuh orang yang sempat terjebak di aliran Sungai Progo, Sabtu (20/11/
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di aliran Sungai Progo lebih berhati-hati.
Kewaspadaan tersebut seiring kenaikan debit air di Sungai Progo secara mendadak saat memasuki musim penghujan.
"Daerah hulu sungai hujan tapi di bagian hilir tidak hujan. (Masyarakat) jangan terlena karena itu bisa mengakibatkan fatal sebab banjir datang tiba-tiba dan kita tidak sempat keluar dari sungai," kata Joko Satyo Agus Nahrowi, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo saat dihubungi Minggu (20/11/2022).
Joko melanjutkan, peringatan diberikan setelah Basarnas Yogyakarta mengevakuasi tujuh orang yang sempat terjebak di aliran Sungai Progo, Sabtu (20/11/2022) kemarin.
Dikarenakan, adanya kenaikan debit air akibat hujan deras mengguyur wilayah setempat beberapa hari terakhir.
Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulon Progo, Budi Prastowo mengklaim, selang sehari kejadian, debit air di Sungai Progo berangsur surut. Saat ini, debit air sudah normal.
"Sudah normal mbak. Alhamdulillah penghambat di sekitar dekat laut sudah tidak ada, seperti enceng gondok yang selama ini menjadi tantangan klasik. Jadi walau pun ada kenaikan permukaan air sungai, namun aliran air lancar. Jadi potensi air meluber masih dapat terkondisi," jelasnya.
3 pemancing terjebak
Pada Sabtu (19/11/2022) kemarin, total ada tujuh orang yang dievakuasi oleh Basarnas Yogyakarta.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Basarnas Yogyakarta, Kamal Riswandi mengatakan, sekitar pukul 01.27 WIB, petugas siaga Basarnas Yogyakarta mendapatkan laporan tiga orang pemancing yang terjebak di Sungai Progo tepatnya di Ngentakrejo, Kapanewon Lendah.
Ketiganya yakni Petrus Canisius Widiya (43), Jumiyanto (47) dan Hendri Kuswoyo (19). Seluruhnya, warga Sedayu, Kabupaten Bantul.
Adapun, proses evakuasi dengan mengirimkan satu tim rescue dilengkapi dengan water rescue.
"Sekitar Pukul 02.30 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga pemancing dalam kondisi selamat. Mereka dapat kembali ke rumah masing-masing," ucapnya.
Selanjutnya, sekitar pukul 05.45 WIB, petugas juga mengevakuasi tiga orang penjaga alat eskavator yang terjebak di tengah aliran Sungai Progo tepatnya di Dusun Mirisewu, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah. Ketiganya yakni Handono (47), Yono (47) dan Eri (35).
Mereka terjebak setelah tidak dapat kembali ke tepi sungai. Dikarenakan, akses jalan terputus diterjang derasnya aliran Sungai Progo.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim rescue dengan menggunakan perahu karet dan peralatan water rescue lainnya. Alhasil mereka berhasil diselamatkan.
Sementara, di Dusun Nepi, Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, terdapat seorang pemancing yang terjebak aliran Sungai Progo. Nasib nahas menimpa Yohanes Kuswanto.
Dantim Basarnas Yogyakarta, Anjasmoro menerangkan, kronologi yang ia terima, warga Bambanglipuro, Bantul pergi ke Sungai Progo untuk memancing dan menjala ikan pada Jumat (18/11/2022) malam.
Ketika korban datang, air Sungai Progo belum meningkat. Kemudian korban menuju tengah Sungai Progo untuk memancing dan menjala ikan.
Namun, sekitar pukul 01.00 WIB, debit air di Sungai Progo meningkat dan deras. Korban hendak menyelamatkan diri namun air di Sungai Progo semakin deras dan tinggi.
Akhirnya korban bertahan di tengah Sungai Progo sambil menunggu pagi dan akan meminta bantuan
Adapun, proses evakuasi terhadap korban dilakukan setelah Basarnas Yogyakarta menyelematkan tiga penjaga alat eskavator di Ngentakrejo, Kapanewon Lendah.
"Tim SAR Gabungan langsung menurunkan perahu karet dan mengevakuasi korban yang masih berada di tengah Sungai Progo dalam keadaan selamat. Selanjutnya, korban dibawa ke pinggir sungai dan kembali kerumahnya," ucapnya.