Muktamar Muhammadiyah

PROFIL Hilman Latief, Profesor Studi Islam dan Arab UMY, Masuk Bursa Balon Ketum PP Muhammadiyah

Sosok Hilman Latief, terdaftar sebagai 39 orang terpilih untuk menjadi bakal calon anggota tetap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Intip profil Hilman

Tayang:
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Hari Susmayanti
Instagram @hilmanlatief
PROFIL Hilman Latief, Profesor Studi Islam dan Arab UMY, Masuk Bursa Balon Ketum PP Muhammadiyah 

TRIBUNJOGJA.COM - Sosok Hilman Latief, terdaftar sebagai 39 orang terpilih untuk menjadi bakal calon anggota tetap Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Dalam sidang tanwir, Hilman Latief mendapat 165 suara.

Saat ini, Hilman Latief menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Hilman Latief dilantik oleh Menag tanggal 1 Oktober 2021.

Hilman adalah akademisi sekaligus praktisi yang berfokus kepada isu-isu filantropi.

Ia menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah.

Lazismu adalah lembaga filantropi yang mengurus zakat infak dan sedekah milik Muhammadiyah.

Dirinya menjadi wakil rektor di UMY periode 2021-2025.

Lantas bagaimana profil Hilman Latief ?

Hilman lahir di Tasikmalaya pada 12 September 1975 dan dibesarkan dari keluarga yang berpendidikan. Bapaknya adalah seorang guru besar, Prof. M. Abdurrahman.

Baca juga: Di Acara Muktamar Muhammadiyah, Puan Duduk di Samping Kanan Presiden Jokowi, Ganjar di Sisi Kiri


Tak heran jika jiwa pendidiknya mendarah daging di dalam diri Hilman Latief.

Hilman Latief mengawali pendidikan formal dengan menempuh studi di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Setelah itu, Hilman menempuh pendidikan setara SMP-SMA di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Kemudian melanjutkan strata 1 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bidang Studi Islam hingga 1999.

Pada tahun 2000, ia kembali mengambil studi magister di Universitas Gadjah Mada.

Di Kampus Biru itu, ia meraih gelar Master of Religious Studies.

Pada tahun 2004, ia kembali menempuh studi magister di Western Michigan University, Amerika.

Ia lulus pada tahun 2005 dan mendapatkan gelar Master of Arts.

Ia kembali menempuh studi formal pada tahun 2008 di Utrecth University, Belanda.

Dari kampus tersebut, ia mendapatkan gelar Ph.D. pada tahun 2012.

Sejak tahun 2000, Hilman Latief telah bekerja pada LPPI UMY.

Pada tahun 2005, ia menjadi asisten rektor yang membidangi kemahasiswaan dan alumni.

Baca juga: PROFIL Agung Danarto Calon Ketum PP Muhammadiyah 2022-2027 Asal Jogja, Dosen UIN Sunan Kalijaga YK

Jabatan tersebut ia emban hingga tahun 2007 sebelum bertolak ke Belanda.

Sepulangnya dari Belanda, ia kembali ke UMY dan menjadi Direktur LP3M (Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengembangan Masyarakat) UMY pada tahun 2013 hingga 2017.

Hilman merupakan seorang Guru Besar atau Profesor di bidang Islami Studies and Arabic.

Dia dikukuhkan menjadi Guru Besar pada 30 Januari 2021.

Sebagai seorang penting di Kemenag RI, Hilman Latief sering jadi narasumber di media.

Terakhir, dia mengeluarkan pendapat terkait vaksin meningitis yang perlu disuntikkan ke jemaah haji ke Tanah Suci.

“Vaksinasi meningitis bukan lagi menjadi persyaratan keberangkatan ke Arab Saudi bagi jemaah umrah. Vaksin meningitis hanya wajib bagi jemaah haji,” terang Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Jakarta, Selasa (15/11/2022). 

Menurut Hilman, penegasan ini didasarkan pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis bagi Jemaah Haji dan Umrah tertanggal 11 November 2022.

Sebelumnya, otoritas penerbangan Arab Saudi atau Sirkular GACA juga sudah menerbitkan edaran yang sama tertanggal 9 November 2022.

"Meski demikian, calon jemaah yang memiliki riwayat kesehatan dengan penyakit tertentu (komorbid), tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi meningitis dan vaksinasi lainnya sesuai ketentuan yang ditetapkan," tegas Hilman.

Baca juga: Profil 39 Calon Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ada Adik Amien Rais

"Ini demi memelihara kesehatan dan keselamatan jemaah umrah khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," sambungnya.

Hilman meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk menyosialisasikan kebijakan baru ini dan mengedukasi tentang perlunya vaksinasi meningitis, khususnya bagi jemaah yang memiliki komorbid.

Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah jemaah dan PPIU, mereka sebenarnya tidak keberatan dengan adanya vaksin meningitis.

Hanya saja, mereka minta agar vaksin tersebut mudah diakses dan biayanya juga terjangkau.

"PPIU juga harus membantu jemaah yang ingin melakukan vaksinasi meningitis dengan berkomunikasi dengan fasilitas layanan kesehatan yang menyediakan vaksinasi meningitis tersebut. Kemenag ikut mendorong hal itu juga sebagai bagian dari upaya pelindunga," sebutnya.

"PPIU yang telah menerima biaya dari jemaah untuk keperluan vaksinasi meningitis agar mengembalikan biaya tersebut kepada mereka yang memutuskan untuk tidak melakukan vaksinasi meningitis," tandasnya.

 

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved