Berita Bantul Hari Ini

Pasar Turi di Bambanglipuro Kini Lebih Bersih, Tertata dan Modern

Pemkab Bantul telah merevitalisasi Pasar Turi di Kalurahan Sidumulyo, Kapanewon Bambanglipuro .

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Suasana Pasar Turi di Kalurahan Sidumulyo, Kapanewon Bambanglipuro yang lebih bersih dan tertata rapi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Bantul telah merevitalisasi Pasar Turi di Kalurahan Sidumulyo, Kapanewon Bambanglipuro .

Saat ini tak ada kesan kumuh di pasar tersebut berganti lebih bersih dan modern. 

Dengan penataan sistem zonasi sesuai barang dagang, Pasar Turi kini nampak tertata rapi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul , Agus Sulistiyana mengungkapkan, revitalisasi Pasar Turi ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp 3 miliar yang didanai dari APBN Kementerian Perdagangan, dibantu dengan dana pendampingan revitalisasi dari APBD Kabupaten Bantul senilai hampir empat ratus juta.

Baca juga: Pemkab Bantul Ajak Warga Berantas Rokok Ilegal

“Pasar Turi dengan bangunan barunya diperkirakan mampu menampung 144 pedagang. Hasil pembangunan Pasar Turi diantaranya terdiri dari bangunan utama, kios, mushola, ruang laktasi, toilet, dan tempat sampah,” ujarnya Sabtu (19/11/2022).

Pasar Turi yang telah diresmikan oleh Bupati Bantul pada Kamis kemarin mengikuti prototype pasar yang berpedoman pada peraturan menteri perdagangan No 21 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan.

Ia menjelaskan, pembangunan Pasar Turi ini mencakup empat aspek yang meliputi revitalisasi fisik, revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi,dan revitalisasi sosial.

Agus Sulistiyana menyatakan, DKUKMPP melalui program peningkatan sarana distribusi telah melakukan upaya peningkatan kapasitas pedagang.

Satu di antaranya dengan menggelar pelatihan penjualan online sebagai alternatif  pemasaran serta dalam percepatan dan perluasan digitalisasi.

“Kedepan, DKUKMPP akan melakukan penerapan e-retribusi kepada seluruh pedagang pasar yang ada di Kabupaten Bantul secara bertahap,” terangnya.
 
Sementara itu, Bupati Bantul , Abdul Halim Muslih menjelaskan, pembangunan pasar rakyat adalah langkah nyata dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan pendayagunaan potensi lokal.

Baca juga: Atasi Kemiskinan, Pemkab Bantul Bersama Baznas Luncurkan Z Chicken

“Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen membangun pertumbuhan ekonomi inklusif, salah satunya dengan melakukan revitalisasi pasar-pasar tradisional, karena pasar tradisional ini mewadahi para pedagang dari kalangan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya akan terus menggalakan modernisasi pasar tradisional dengan melakukan revitalisasi bangunan menjadi pasar yang nyaman, higienis, serta tertata rapi.

Dengan demikian, semakin banyak masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

Dirinya pun mengajak masyarakat Bantul untuk membiasakan belanja kebutuhan pokok di pasar tradisional agar perekonomian inklusif yang mencakup masyarakat menengah bawah dapat meningkat.( Tribunjogja.com

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved