Bencana di Gunungkidul

Dua Warga Semin Gunungkidul Masih Terjebak Longsor, Penanganan Menunggu Alat Berat

Penanganan terhadap longsor di Pedukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul masih terus diupayakan. Sebagian besar warga pun sudah

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
Kondisi terkini lokasi longsor di Pedukuhan Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul, Sabtu (19/11/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penanganan terhadap longsor di Pedukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul masih terus diupayakan.

Sebagian besar warga pun sudah dievakuasi dari lokasi longsor.

Meski demikian, Kapolsek Semin AKP Arif Heriyanto mengatakan hingga saat ini masih ada 2 warga yang masih terjebak di bawah material longsoran.

Baca juga: Atap Kelas SDN Kepuharjo Ambruk, Bupati Sleman: Saya Minta Semua Sekolah Dicek

"Penanganannya menunggu Alat Berat ," kata Arif ditemui pada Sabtu (19/11/2022) siang.

Menurutnya, dua warga ini merupakan ibu dan anak.

Masing-masing bernama Kaso Wijoyo (97) dan Karni (55).

Arif mengatakan sebenarnya sebelum longsor terjadi, warga sudah diminta untuk turun dari bukit dan mengungsi.

Namun dua warga ini memilih bertahan.

"Anaknya sudah mau turun, tapi kemudian kembali lagi ke rumah dan memilih bertahan karena ibunya sudah sepuh, sulit dibawa," ujarnya.

Menurut Arif, curah hujan yang tinggi membuat longsor terjadi.

Apalagi kondisi tanah juga labil lantaran ada aliran air di bawah tanahnya.

Ia mengatakan setidaknya ada 17 warga yang kini mengungsi di Balai Kalurahan Candirejo.

Sementara pihaknya hingga kini masih menunggu kedatangan alat berat.

"Sejauh ini kami membersihkan area longsor agar kendaraan berat bisa lewat," kata Arif.

Baca juga: Kali Ini di Sleman, Atap Sekolah Ambruk di Satu Ruang Kelas SD Negeri Kepuharjo

Andi Novianto, warga setempat mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Ia tinggal di bawah bukit, namun rumahnya selamat dari tanah longsor.

Meski demikian, beberapa kerabatnya memilih untuk mengungsi demi keamanan. Antara lain ayah dan adiknya.

"Saya tetap di sini berjaga-jaga, sambil ikut bantu penanganan," kata Andi. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved