Berita Bantul Hari Ini

Hasil Pemeriksaan, Pelatih Gulat Tidak Akui Perbuatan Dugaan Pencabulan ke Atletnya

Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang atlet gulat yang diduga dilakukan oleh pelatihnya terus berlanjut.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Grafis TRIBUNjogja.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang atlet gulat yang diduga dilakukan oleh pelatihnya terus berlanjut.

Sebelumnya, Atlet perempuan asal Kapanewon Pandak, Bantul berinisial A (18) telah melaporkan pelatihnya berinisial AS ke Polres Bantul pada 27 Oktober 2022 lalu.

Kasat Reskrim Polres Bantul , AKP Archye Nevada menyatakan bahwa sebelumnya pihaknya masih menunggu hasil tes psikologi terhadap pelapor.

Tes psikologi dari atlet tersebut diperlukan sebelum pihaknya menaikkan tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Baca juga: Satreskrim Polres Bantul Periksa Pelatih Gulat yang Diduga Cabuli Atletnya

“Hasil tes psikologi baru turun hari ini, rencana minggu depan kita gelar perkara untuk naik ke penyidikan,” ujarnya Jumat (18/11/2022).  

Selain telah mendapat hasil tes psikologi, Archye menyatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa lima orang saksi yang terdiri dari ketua gulat Bantul hingga teman sesama atlet yang mengetahui kejadian yang dialami A.

Dalam kesempatan itu, Archye juga menyatakan bahwa telah memeriksa terlapor, atau AS selaku pelatih gulat.

Menurutnya, AS kooperatif dengan datang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Yang bersangkutan hadir setelah pemanggilan pertama,” ujarnya.  

Namun demikian, Kasat Reskrim menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, AS tidak mengakui perbuatan sebagaimana yang dilaporkan oleh A.

Adapun dari pernyataan A kepada wartawan, kasus itu terjadi pada tanggal 27 Juli 2022 silam. 

Atlet gulat asal Bantul berinisial A mengaku mendapatkan pelecehan seksual yang dilakukan pelatihnya yang berinisial AS.

A menyebut ia mendapat pelecehan seksual usai berlatih untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI.

Baca juga: Keluarga Atlet Gulat Korban Kekerasan Seksual Berharap Polres Bantul Dapat Memberikan Keadilan

Kasus pelecehan seksual itu terjadi di sasana tempat mereka sering berlatih yang beralamat di Kapanewon Sanden.

A diminta datang oleh pelatihnya ke sasana untuk berlatih di luar jadwal yang semestinya.

Karena untuk persiapan Porda, A pun tetap datang untuk berlatih.

Saat itulah A mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelatihnya.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan kepada terlapor. Dan dia tidak mengakui perbuatan tersebut. Nanti kita cocokan berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ada,” pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved