Nasional

Presiden RI Dorong Transformasi Digital, Masyarakat Kecil Diyakini Berpeluang Jadi Pemasok Global

Manfaat digital sudah seharusnya dapat dirasakan secara merata, serta diwujudkan sebagai masa depan dunia digital yang inklusif.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Pelaksana Harian Yayasan Omah Kreasi Centre Yogyakarta, Donum Theo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dewasa ini ekonomi digital punya peran strategis dalam membuka peluang bagi warga masyarakat kecil, untuk menjadi bagian dari rantai pemasok global.

Manfaat digital sudah seharusnya dapat dirasakan secara merata, serta diwujudkan sebagai masa depan dunia digital yang inklusif.

Pelaksana Harian (Plh) Yayasan Omah Kreasi Centre Yogyakarta, Donum Theo menyampaikan, Presiden Joko Widodo telah mengungkapkan tiga fokus utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali, Rabu (16/11/2022) lalu.

Seharusnya, hal itu mampu membuka kesadaran bagi lapisan masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya transformasi dunia digital .

Baca juga: Lewat Festival Generasi Happy, Tri Dukung Gen Z Yoyakarta Manfaatkan Dunia Digital

Aparatur Sipil Negara di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI tersebut menilai, isu terbesar saat ini adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap sektor digital. Khususnya, mengenai polemik perlindungan data pribadi dan informasi dan transaksi elektronik, yang sejauh ini masih sangat terasa.

"Tapi, kita sudah mempunyai UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan baru disahkan UU No 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, pada 17 Oktober 2022," jelasnya.

Kedua undang-undang tersebut, lanjutnya, menjadi komponen penting bagi upaya transformasi digital di Indonesia.

Meski demikian, ia menilai, masih banyak hal yang harus disempurnakan, agar produk-produk hukum tersebut tak sekadar dijadikan alasan untuk berkelit, atas keotonoman hukum dan legalism.

Baca juga: Go Digital Jadi Faktor Penting Kesuksesan UMKM

"Tetapi, juga hadir perwujudan implementasi hukum yang mengangkat harkat, serta martabat masyarakat Indonesia. Belum lagi upaya mengangkat masyarakat kecil yang didorong untuk menjadi bagian dari rantai pemasok global di masa depan," tersng Theo.

"Transformasi digital ini masih menyisakan berbagai pekerjaan rumah di Indonesia. Tujuan pembangunan berkelanjutan, dapat disokong upaya transformasi digital dengan mengedepankan tanggung jawab, solidaritas, kemanusiaan global," tambahnya.

Adapun tiga fokus utama yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam sesi ketiga G20 yaitu, kesetaraan akses digital, literasi digital, hingga lingkungan digital yang aman.

Persoalan kesetaraan akses digital terlihat dari sejumlah 2,9 miliar penduduk dunia yang belum terhubung dengan internet, termasuk 73 persen penduduk negara kurang berkembang. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved