Info Prakiraan Cuaca

Prakiraan Cuaca Kamis 17 November 2022, BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur 30 Provinsi

pada hari ini hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi 30 provinsi.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews
BMKG prediksi 30 provinsi akan diguyur hujan lebat disertai angin kencang pada Kamis 17 November 2022 hari ini 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Kamis (17/11/2022) hari ini.

Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh BMKG di laman web.meteo.bmkg.go.id, pada hari ini hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi 30 provinsi.

Kemudian dua provinsi lainnya diprediksi akan diguyur hujan yang dapat disertai angin kencang dan petir.

BMKG pun sudah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 32 wilayah yang berpotensi hujan dan angin kencang tersebut.

Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dipicu oleh terjadinya cuaca ekstrem.

Menurut BMKG, potensi cuaca ekstrem di 32 provinsi pada hari ini dipengaruhi kemunculan Bibit Siklon Tropis 94S di Samudera Hindia barat Lampung.

Bibit siklon tropis tersebut melajut dengan kecepatan angin maksimum mencapai 25knot dan tekanan minimum 1006 hPa.

Bibit siklon tropis ini bergerak ke arah tenggara dengan potensi menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada pada kategori sedang.

Dampak dari bibit siklon tropis ini adalah terbentuknya daerah pertemuan/perlambatan
kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Kepulauan Nias hingga Samudra Hindia barat Banten dan di Samudra Hindia barat daya Banten.

Serta daerah pertemuan angin (konfluensi) dari Samudra Hindia selatan Bali hingga barat daya Banten.

Dampak tidak langsung dari bibit siklon tropis ini berupa peningkatan hujan sedang-lebat di Sumatera bagian tengah dan selatan, dan sebagian besar Pulau Jawa.

Kemudian angin kencang di Sumatera bagian barat, Perairan barat Lampung dan peningkatan
tinggi gelombang di Perairan Timur Pulau Siberut, Perairan Barat Pulau Sipora, Perairan Barat Pulau Pagai, Perairan barat Kep. Mentawai.

Perairan Pulau Enggano, Perairan barat Lampung, Perairan Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan selatan, dan Samudra Hindia barat Sumatera.

Daerah Tekanan Rendah terpantau berada di Laut Filipina yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Laut Filipina hingga selatan Filipina dan daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Pasifik utara Papua - Maluku Utara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved