Berita Kulon Progo Hari Ini

PHRI DIY Siap Bekerjasama Dongkrak Sentra IKM di Kulon Progo

Deddy Pranowo Eryono mengatakan, hotel-hotel yang tergabung dalam anggota PHRI DIY harus mempunyai produk lokal mulai dari cinderamata hingga kuliner.

TRIBUNJOGJA.COM/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono saat ditemui usai penutupan even SPEX di Kawasan Tugu Malioboro YIA, Kamis (17/11/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Keberadaan hotel-hotel di DI Yogyakarta khususnya Kulon Progo diharap mampu mendongkrak produk lokal di daerah setempat. 

Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY siap bekerjasama untuk meningkatkan sentra industri kecil menengah (IKM) di Kulon Progo

Ketua BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan, hotel-hotel yang tergabung dalam anggota PHRI DIY harus mempunyai produk lokal mulai dari cinderamata hingga kuliner.

Baca juga: Pengalaman Gelandang PSS Sleman Jihad Ayoub saat Pertama Kali Berlibur ke Bali

Oleh karenanya, dibutuhkan kerja sama dari beberapa pihak seperti sentra IKM.

Menurutnya, keberadaan sentra IKM akan memberikan variasi produk lokal bagi hotel maupun restoran di DIY. 

Disebutkan Deddy, total ada 489 hotel dan restoran yang sudah bergabung menjadi anggota PHRI DIY.

Di Kulon Progo, ada dua hotel berbintang yang diketahui sudah beroperasional yaitu Grand Dafam Signature YIA dan Cordia.

Nantinya, juga terdapat hotel Novotel dan IBIS.

Kemunculan beberapa hotel di Kulon Progo dipicu oleh keberadaan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon. 

Bahkan, rencananya ada perusahaan dari Hotel Marriot yang mulai melirik untuk mendirikan hunian berkonsep resort di kawasan Perbukitan Menoreh.

Namun, rencana ini baru sebatas komunikasi dengan PHRI DIY. 

Baca juga: KPU Kota Yogyakarta Buka Pendaftaran PPK di Minggu Terakhir November 2022

"Ini kan potensi yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat di Kulon Progo. Sentra IKM di Kulon Progo bisa menyambut baik peluang ini. PHRI siap menggandeng mereka," kata Deddy saat penutupan acara SPEX (Scale Up, Promotion and Exhibition) di Kawasan Tugu Malioboro, YIA, Kamis (17/11/2022). 

Ia melanjutkan, nuansa budaya dari penduduk lokal akan memberikan kesan yang berbeda bagi wisatawan dibandingkan menginap di hotel yang tidak mempunyai produk lokal. 

Namun, kata Dedy, ada standarisasi yang harus dipenuhi oleh pelaku IKM. Misalnya, produk makanan harus bersertifikasi halal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Oleh karenanya, sentra IKM di bidang kuliner dan kecantikan diharap segera mengurus izin edar produk yang dibuatnya. 

Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan SDA, Setda Kulon Progo, Bambang Tri Budi Harsono menyatakan, produk lokal dari 23 sentra IKM di Kulon Progo telah memenuhi standar. Mulai dari kualitas, bahan baku dan sertifikasi. 

Melalui even SPEX, produk IKM asal Kulon Progo bisa punya nilai tambah, sehingga naik kelas sesuai dengan potensi dari masing-masing IKM. Hasil akhirnya produk IKM dapat dipasarkan ke mancanegara.

"Dengan begitu, produk IKM di Kulon Progo diharapkan bisa naik kelas," ucapnya. (scp) 
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved