Berita Jogja Hari Ini

Peringatan Keras Sri Sultan HB X untuk Lurah yang Selewengkan Danais: Saya Tindak Semuanya

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi peringatan keras terhadap lurah di DI Yogyakarta yang berani menyelewengkan dana keistimewaan (dana

TRIBUNJOGJA.COM/Yuwantoro Winduajie
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengukuhkan lurah se Kabupaten Bantul dan Gunungkidul di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/11/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi peringatan keras terhadap lurah di DI Yogyakarta yang berani menyelewengkan dana keistimewaan (danais).

Pemda DIY pun tak segan untuk memproses hukum para lurah yang kedapatan melakukan penyelewengan. 

Karena praktek tersebut merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi yang merugikan pemerintah maupun masyarakat.

"Daripada penyalahgunaan untuk memperkaya dirinya sendiri makannya sekarang saya tindak semua," terang Sri Sultan dihadapan lurah se-Kabupaten Bantul dan Gunungkidul yang baru saja dikukuhkan di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (16/11/2022).

Baca juga: Selesai Diotopsi, Jenazah Wanita Asal Purworejo yang Ditemukan di Pantai Ngrawe Langsung Dimakamkan

Seperti diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Yogyakarta berencana menyalurkan danais di tiap kalurahan atau desa yang berjumlah 392 kalurahan. 

Dana itu harapannya dapat dimanfaatkan para lurah untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di tingkat kalurahan.

Raja Keraton Yogyakarta ini pun meminta para lurah untuk dapat mengelola dana tersebut secara bertanggung jawab agar manfaat danais dapat dirasakan masyarakat setempat.

Sri Sultan HB X tak ingin adanya penyelewengan karena praktek tersebut rupanya masih ditemui di sejumlah wilayah.

Misalnya terkait penyelewengan penggunaan Tanah Kas Desa (TKD). Disinyalir ada kalurahan yang tidak menggunakan TKD sesuai peruntukan dan perjanjian. 

Pemda DIY pun telah menempuh jalur hukum dengan melayangkan somasi kepada sejumlah lurah yang diduga melakukan penyelewengan.

"Satu lurah yang sudah saya somasi dua kali dan sekarang berproses hukum. Yang dua nanti saya rapatkan hari Jumat untuk saya somasi karena menyalahgunakan izin gubernur," tandas Sultan.

"Tidak akan saya izinkan karena yang rugi tidak hanya Pemda tapi keraton, kami yang punya tanah juga dirugikan oleh lurahnya sendiri. Saya hanya ingin tahu siapa yang bermain," tegas Sultan.

Baca juga: Banjir Rendam Enam Desa di Bayat Klaten, Bupati Sri Mulyani Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Lebih lanjut, Sultan kemudian memberikan lampu pemanfaatan danais murni untuk masyarakat. Tidak melulu sekedar untuk pembangunan infrastruktur, melainkan bisa untuk unsur investasi seperti menyewa TKD.

Tujuannya, guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Lebih khusus kepada masyarakat miskin atau menganggur agar bisa diberdayakan.

"Kalurahan harus sisihkan danais untuk menyewa tanah kas desa. Entah untuk kolam lele, entah untuk perikanan, entah untuk pertanian, nanti dibayari danais. Daripada menyewakan tanah pada orang lain, sekarang tak ganti. Sekarang danais untuk sewa tanah kas desa untuk rakyatnya sendiri," ujar Sultan. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved