Piala Dunia 2022

Pemain Ini Pernah Perkuat 3 Negara Berbeda di 3 Piala Dunia, Eks Inter Milan

Mantan pemain Inter Milan, Dejan Stankovic, menjadi satu-satunya pemain yang pernah memperkuat 3 negara berbeda di 3 Piala Dunia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
JUAN MABROMATA / AFP
Trofi Piala Dunia FIFA yang dibawa saat tur dunia menjelang Dunia FIFA Piala Qatar 2022, di Ezeiza, Buenos Aires, 25 Oktober 2022 

TRIBUNJOGJA.COM - Mantan pemain Inter Milan, Dejan Stankovic menjadi satu-satunya pemain yang pernah memperkuat 3 negara berbeda di 3 Piala Dunia.

Stankovic pernah memperkuat Yugoslavia di Piala Dunia 1998 Prancis, lalu Serbia dan Montonegro di Piala Dunia 2006 Jerman dan yang terakhir ialah memperkuat Serbia di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Hal ini lumrah terjadi sebelum 2010, saat FIFA sudah menerapkan national eligibility test yang secara umum memiliki makna tes masuk kelayakan nasional.

Saat itu, sebuah studi dilakukan terhadap 10.173 sample biodata pemain menunjukkan bahwa sejak Piala Dunia 1930 hingga 2018, presentase pemain sepakbola kelahiran luar negeri atau foreign born players rata-rata mencapai 8 hingga 12 persen per tim.

Mantan legenda Serie A Dejan Stankovic, pelatih Red Star
Mantan legenda Serie A Dejan Stankovic, pelatih Red Star (Inter.it)

Di Piala Dunia 2018, hanya ada 6 pemain Timnas Maroko yang asli kelahiran negara tersebut.

17 pemain lain yang dibawa oleh pelatih Timnas Maroko saat itu, Herve Renard, merupakan foreign born players atau pemain yang lahir di luar negeri.

Pada saat itu Maroko memang sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye ‘Bring back talents belonging to the soil’ yang kurang lebih memiliki misi untuk membawa kembali talenta-talenta Maroko yang tersebar di penjuru dunia.

Baca juga: Nomor Punggung Pemain Timnas Inggris Piala Dunia 2022, Pemilik Nomor 10 The Three Lions

Archaf Hakimi dan Hakim Ziyech adalah nama besar yang berhasil dibawa pulang oleh federasi sepakbola Maroko.

Dilansir dari jurnal Who May Represent the Country? Football, Citizenship, Migration, and National Identity at The FIFA World Cup karya Gijsbert Oonk, federasi sepakbola Maroko memiliki pendekatan unik untuk para pemain yang diincarnya.

Mereka melakukan pendekatan secara halus, misalnya dengan membayar biaya kematian dan pengembalian jenazah ayah dari Mohammed Ihattaren.

Selain cara tersebut, federasi sepakbola Maroko juga menjadikan ‘welcoming money’ sebagai strategi agar pemain mau memperkuat Timnas Maroko.

Berbeda dengan Dejan Stankovic, legenda Real Madrid, Alfredo Di Stefano pernah membela 3 timnas berbeda, yakni Argentina dengan 6 caps, Spanyol dengan 31 caps dan Kolombia dengan 4 caps, namun tidak semuanya bermain di Piala Dunia.

Kasus Alfredo Di Stefano inilah yang mendorong FIFA untuk membuat regulasi yang jelas terkait National Eligibility, dengan mulai berlaku sejak Kongres FIFA 1962.

Luis Monti adalah pemain lain yang menjadi contoh pernah bermain untuk timnas yang berbeda di Piala Dunia.

Bahkan ia berhasil membawa 2 Timnas bermain di dua final Piala Dunia.

Bermain untuk Argentina di tahun 1930 melawan Uruguay dan empat tahun berselang bermain untuk Italia di final melawan Cekoslovakia.

(MG ALVIN FAHRIZAL BAYYUNI)

Baca juga: Daftar Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2022: Haaland, Ramos, Jota, Werner, Mo Salah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved