Berita Pendidikan Hari Ini

Pakar UNY : Genjot Siswa Belajar IPA dengan Manfaatkan Blended Learning

Metode Blended Learning yang dibagi menjadi flipped classroom, station rotation, dan laboratory station rotation demi mempermudah murid mendapatkan pe

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
telkomsel
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) setelah pandemi Covid-19 bisa memanfaatkan metode blended learning untuk memudahkan siswa memahami poin-poin ilmu.

Dosen Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ), Dr. Slamet Suyanto, M.Ed mengatakan pendidikan sains berkembang secara dramatis dari pedagogi dan andragogi menjadi heutagogi, peeragogi, dan cybergogi.

“Pendidikan IPA setelah pandemi Covid-19 menggunakan prinsip heutagogy, peeragogy, dan cybergogy. Pembelajaran online bisa dikembangkan dengan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan dan minat siswa,” ujar Slamet dalam webinar internasional ‘The 6th International Seminar of Innovation in Mathematics and Mathematics Education’ (6th ISIMMED) dan The 8th International Seminar on Science Education (8 th ISSE), dikutip Rabu (16/11/2022).

Dia menjelaskan, kini sudah ada metode Blended Learning yang dibagi menjadi flipped classroom, station rotation, dan laboratory station rotation demi mempermudah murid mendapatkan pengetahuan baru.

Baca juga: Cegah Klitih, Mahasiswa UNY Bekali Anak SD dan SMP tentang Pengendalian Emosi

Blended Learning, kata dia, adalah kombinasi dari pembelajaran online dan pembelajaran offline.

Dalam satu minggu, siswa dapat belajar online, dan minggu berikutnya siswa belajar offline.

Sedangkan, flipped classroom adalah contoh dari blended learning.

Selama pembelajaran online siswa dapat membaca buku atau mencari informasi dari internet di rumah atau di luar kelas.

Minggu berikutnya siswa menghadiri kelas, berbagi pengetahuan dengan teman, dan belajar untuk keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Slamet menambahkan, model pembelajaran hybrid lainnya adalah pembelajaran station rotation.

Siswa dapat belajar online dari internet untuk mendapatkan informasi yang relevan.

Para siswa, kemudian belajar secara offline secara sinkron dengan guru dan teman-temannya dalam instruksi yang dipimpin guru.

Para siswa, kemudian belajar dengan kelompoknya secara peeragogi untuk berbagi pengetahuan dan melakukan kerja kolaboratif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved