Banjir Rendam Enam Desa di Bayat Klaten, Bupati Sri Mulyani Minta Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

Belasan warga sempat diungsikan ke balai desa dengan menggunakan perahu karet karena air terus meninggi pada Selasa malam.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN
Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat TribunJogja.com temui di Stadion Trikoyo Klaten, Rabu (16/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Klaten pada Selasa (15/11/2022) sore hingga malam menyebabkan terjadinya banjir di enam desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Bayat.

Belasan warga sempat diungsikan ke balai desa dengan menggunakan perahu karet karena air terus meninggi pada Selasa malam.

Namun pada Rabu (16/11/2022) pagi warga yang mengungsi itu sudah pulang kembali ke rumah masing-masing.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika dirinya sudah melakukan pengecekan banjir di daerah Desa Gombang, Kecamatan Cawas dan dilanjutkan ke Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

"Tadi malam saya sendiri sudah ke Gombang, Cawas dan mau ngecek lagi di beberapa desa yang kabarnya ada jembatan yang kakinya hilang," ujar Sri Mulyani pada wartawan di Stadion Trikoyo, Rabu (16/11/2022).

Menurut Sri Mulyani, banjir yang melanda Kabupaten Klaten pada Selasa malam tak terlepas dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Klaten bagian selatan.

Selain itu, banyaknya sampah yang menumpuk di dalam badan sungai juga membuat aliran air menjadi meluap ke pemukiman warga saat debit air meningkat karena hujan.

Untuk itu, Sri Mulyani meminta warga yang tinggal di bantaran sungai secara khusus dan warga Klaten secara umumnya untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

"Tapi yang terpenting kesadaran masyarakat karena saya lihat laporan (banjir) sampahnya luar biasa. Itu yang buat banjir, kalau masyarakat tak peduli ya akan seperti ini," ucapnya.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini dirinya akan menggerakan camat, desa dan warga untuk bersama melakukan gotong royong membersihkan sampah di aliran sungai.

"Ini masih kecil, biar tak jadi bencana besar saya akan gerakan camat, desa dan warga untuk gotong royong," imbuhnya.

Di samping itu, lanjut Sri Mulyani, dirinya belum mendapatkan secara resmi data berapa sekolah yang diliburkan akibat banjir yang melanda Kecamatan Bayat, Cawas dan Wedi itu.

"Saya belum dapat laporan berapa sekolah yang diliburkan, kalau yang mengungsi ada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Tapi sudah pulang ke rumahnya ya karena air sudah surut," ucapnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Nur Tjahjono Suharto, menyampaikan enam desa yang dilanda banjir di Kecamatan Bayat terjadi di Desa Krakitan, Jotangan, Paseban, Beluk, Kebon dan Desa Talang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved