Berita Jogja Hari Ini

Puskesmas Diduga Tolak Pasien Korban Laka Lantas, Tanpa Periksa dan Tak Dipinjami Ambulans 

Tidak ada sama sekali pemeriksaan. Kalau pemeriksaan itu kan ada observasi, ya. Ini cuma dilihat kemudian langsung menolak secara lisan

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Shutterstock
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seorang korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jalan Wonosari Km 9, ditolak saat dibawa ke Puskemas Berbah untuk mendapat pertolongan pertama, Minggu (13/11/2022) malam.

Seseorang yang membantu mengantarkan korban ke fasilitas kesehatan masyarakat itu sempat berdebat dengan pihak puskesmas karena korban tidak diberi pertolongan medis.

Padahal, saat itu korban dalam kondisi darurat, karena diduga mengalami patah tulang dan luka terbuka berlumur darah di pelipis.

Sugianto, yang membantu mengantarkan korban ke Puskesmas Berbah menceritakan, kejadian penolakan perawatan medis itu bermula ketika dia bersama teman-temannya, termasuk di antaranya, Jimmy Priadinata pada Minggu (13/11/2022) malam sekitar pukul 18.45 wib, melintas menggunakan mobil ke arah Piyungan, melewati Jalan Wonosari.

Sampai di sebelah timur Pertigaan Sekarsuli, atau sekitar Jalan Wonosari Km 9, dia bersama rombongan mendapati ada pemotor mengalami laka lantas dengan posisi motornya melintang di jalan.

Saat itu, pengendara yang terlibat kecelakaan, dalam kondisi mata terpejam.

Mendapati itu, Sugianto bersama temannya langsung merespons dengan memberhentikan laju mobil dan menyalakan lampu tanda waspada (hazard).

Hal itu dilakukan agar pengendara yang melintas berhenti atau memelankan laju kendaraan karena kondisi arus lalu lintas sedang ramai.

Setelah aman, selanjutnya rombongan itu pun menolong korban.

"Korban diangkat karena itu kan pingsan. Matanya terpejam. Korban diangkat ke sisi utara (jalan) dan motor juga dipinggirkan di sisi utara jalan," jelas Sugianto saat berbincang dengan Tribun Jogja, Senin (14/11/2022).

Setelah mendapat pertolongan, korban pun siuman kemudian diberi minum.

Di saat korban diberi minum, Sugianto dan temannya, berinisiatif menelepon PMI Bantul untuk membawa korban ke rumah sakit.

Namun dengan pertimbangan jarak tempuh dan melihat kondisi korban, dia bersama warga berinisiatif membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, agar sesegera mungkin mendapat pertolongan medis.

"Korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, yang notabene dari situ enggak sampai sekitaran 500-an meter dari lokasi (laka lantas) ada Puskemas Berbah. Korban dibawa ke Puskesmas Berbah," ujar Sugianto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved