Berita Sleman Hari Ini

Dugaan Pasien Korban Kecelakaan Ditolak Puskesmas Berbah, Bupati Sleman: Saya Minta Maaf

diperbaiki. Tidak hanya di Puskesmas Berbah ya, tapi seluruh kepala Puskesmas kita minta untuk belajar dari kejadian ini. Saya juga me minta maaf

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo angkat bicara mengenai dugaan penolakan terhadap pasien korban kecelakaan yang dilakukan Puskemas Berbah.

Orang nomor satu di Sleman itu, meminta maaf.

Ia mengaku sudah minta kepada Kepala Puskemas Berbah untuk melakukan evaluasi pelayanan.

Terutama dengan pengkajian ulang SOP kegawatdaruratan dan menganalisa sistem perujukan.

Baca juga: SKANDAL Perselingkuhan Bidan dan Oknum Polisi di Purworejo Terkuak dari Chat Mesra

"Sudah kami minta untuk segera diperbaiki. Tidak hanya di Puskesmas Berbah ya, tapi seluruh kepala Puskesmas kita minta untuk belajar dari kejadian ini. Saya juga me minta maaf dan (dari kejadian ini) semoga pelayanan ke depan di seluruh puskesmas lebih baik lagi ke depannya," kata Kustini, melalui keterangan yang diterima Tribun Jogja, Senin (14/11/2022). 

Kustini menyampaikan telah menindaklanjuti persoalan di Puskemas Berbah dengan melakukan investigasi.

Hasilnya, memang ditemukan ada keterbatasan pelayanan.

"Pagi (hari) ini langsung saya minta investigasi, dan memang ada beberapa kesimpulan. Yang pertama karena keterbatasan layanan seperti dokter yang berjaga di shift sore hingga malam itu sudah selesai masa tugas. Sementara hanya ada 1 perawat dan 1 bidan yang melayani hampir 4 orang yang dirawat disana," kata dia. 

Saat kejadian, menurutnya ada beberapa pasien yang sedang dirawat di Puskemas Berbah.

Antara lain pasien dyspepsia, pasien anak dengan demam, pasien suspek stroke dan pasien dengan insisi paku.

Sedangkan dokter yang seharusnya bertugas shift sore hingga malam sudah selesai masa tugas sehingga pelayanan profesi dokter hanya dilayani via On Call. 

Terkait penggunaan mobil ambulans puskesmas, disampaikan bahwa penggunaan kendaraan ambulans instansi tersebut harus memenuhi prosedur.

Yaitu melakukan telpon terlebih dahulu dengan rumah sakit yang dituju.

Hal itu dilakukan untuk mendapatkan persetujuan rujukan dari rumah sakit tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved