Berita Jogja Hari Ini

BPBD Kota Yogya Beberkan Kendala Pencegahan Banjir di Kampung Klitren

Jika hujan deras dengan durasi yang cukup lama, air di Sungai Belik selalu meluap dan masuk ke perkampungan warga Klitren.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Yogyakarta memiliki sejumlah kendala untuk mengurangi banjir akibat Sungai Belik di Kampung Klitren , Gondokusuman, Kota Yogyakarta .

Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan, jika hujan deras dengan durasi yang cukup lama, air di Sungai Belik selalu meluap dan masuk ke perkampungan warga Klitren .

Satu di antara faktornya yakni berkurangnya fungsi sungai yang semula terdapat dua aliran sungai, namun untuk saat ini hanya tersisa satu aliran sungai.

Dimana kali Belik merupakan pecahan kali Boyong, yang sebagian aliran air ke kali code, sebagian lagi ke kali mambu.

Baca juga: Begini Cara Warga Klitren Kota Yogyakarta Atasi Banjir Saat Musim Hujan

"Itu karena daerah di muaranya sana kan yang ke Selatan tinggal ke kali Belik itu. Ada dua jalur yang satu sudah buntu, di daerah Sleman itu, sehingga kapasitas tidak mencukupi," katanya, Minggu  (13/11/2022).

Dengan debit air yang tinggi tersebut, serta berkurangnya satu fungsi sungai, maka menurutnya upaya pelebaran dan pendalaman sungai sangat lah sulit dilakukan.

"Ya, artinya kapasitas sungai di situ kita tidak memungkinkan untuk diadakan pelebaran atau pendalaman lagi. Kalau terus menerus seperti itu, ya, menjadi persoalan," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk memecahkan persoalan banjir di Klitren menurutnya butuh koordinasi secara mendetail.

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, BPBD Sleman Imbau Warga Waspadai Longsor hingga Banjir 

Sebab kewenangannya berada pada beberapa instansi.

"Ini butuh perencanaan lebih detail lagi. Karena kewenangannya lintas sektoral," ujarnya.

Sebagai upaya antisipasi, Nur Hidayat mengimbau masyarakat untuk tetap siaga apabila sungai Belik mulai meluap.

"Karena perkiraan BMKG cuaca ekstream ini akan sampai pada Desember," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved