Berita DI Yogyakarta Hari Ini

KCI Gencarkan Sosialisasi Dahulukan Kereta, Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Kereta Commuter Indonesia (KCI) gencar menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan bahwa kereta harus didahulukan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ardhike Indah
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan untuk mendahulukan kereta yang lewat, di perlintasan sebidang Lempuyangan, Kota Yogyakarta, Kamis (10/11/2022) sore. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setiap kereta api yang lewat wajib didahulukan oleh pengendara kendaraan roda dua maupun empat.

Hal itu telah tertuang dalam Undang-undang (UU) No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Maka, Kereta Commuter Indonesia (KCI) pun gencar menggelar sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan bahwa kereta harus didahulukan.

Di Yogyakarta, sosialisasi digelar di perlintasan sebidang kawasan Lempuyangan baik yang dari maupun menuju ke Stasiun Lempuyangan, Kamis (10/11/2022) sore.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Sebut Ada Aturan Bagasi dan Imbau Penumpang Bawa Barang Seperlunya

External Relation and Corporate Image Care Manager PT KCI, Leza Arlan mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi selama sebulan sekali.

Sosialisasi tersebut memang dilakukan untuk meningkatkan kepedulian pengguna jalan bahwa kereta api yang lewat harus didahulukan.

“Kami selalu sosialisasi sebulan sekali di tempat yang memang ada commuternya. Ini untuk meningkatkan kepedulian masyarakat agar mereka harus mendahului kereta yang lewat. Pengendara harus menunggu kereta lewat dulu,” ujarnya ditemui seusai sosialisasi.

Adapun sosialisasi dilakukan dengan dua cara, yakni membentangkan spanduk di palang kereta api saat jalan ditutup dan pembagian selebaran berkaitan dengan peraturan LLAJ.

“Cukup 1 menit menunggu. Jarak palang akan tertutup itu ketika ada sinyal kereta api 200-300 meter dari perlintasan. Jadi, paling lama, pengendara menunggu hanya 1 menit, biarkan kereta lewat dulu,” terangnya.

Pendahuluan kereta api itu, selain untuk mematuhi regulasi, juga untuk menjaga keamanan dari para pengendara.

Jangan sampai, kejadian pengendara tertemper kereta terus terjadi.

“Kalau di Yogya, belum ada datanya, tapi kalau di Jakarta, 1 hari itu pasti ada 1 orang tertemper kereta,” jelas dia.

Dia menjelaskan, masih banyak orang yang belum peduli dengan adanya jalur kereta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved