Berita Kota Yogya Hari Ini

Direhabilitasi, Ini Deretan Kerusakan SDN Keputran 1 Kota Yogyakarta Peninggalan Sri Sultan HB VII

Pemkot Yogyakarta melakuan upaya rehabilitasi terhadap beberapa gedung sekolah yang dinilai butuh sentuhan, karena mengalami kerusakan. Tercatat,

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Kondisi SDN Keputran 1 Kota Yogyakarta yang tengah direhabilitasi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta melakuan upaya rehabilitasi terhadap beberapa gedung sekolah yang dinilai butuh sentuhan, karena mengalami kerusakan.

Tercatat, terdapat tiga bangunan Sekolah Dasar (SD) yang tengah ditangani eksekutif, meliputi SD Negeri Keputran 1, SDN Golo, sampai SDN Pakel.

Di antara ketiga bangunan sekolah yang direhabilitasi tersebut, kondisi SDN Keputran 1 yang berlokasi tepat di sebelah timur Kraton Ngayogyakarta, layak dapat sorotan.

Bagaimana tidak, beberapa bagian gedungnya berstatus cagar budaya peninggalan Sri Sultan Hemengku Buwono VII,  dan sudah berdiri sejak 1910.

Baca juga: Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta Alami Kenaikan, Pemda DIY Lakukan Pengetatan Prokes

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta , kayu-kayu penopang bangunan utama di SD plat merah itu, tercatat sudah berusia lebih kurang 2 abad atau 200 tahun.

Namun, kerusakan terbanyak dijumpai pada bagian atap, di mana sebagian bocor karena faktor pergantian genteng yang dinilai kurang cocok.

Karena itu, perombakan genteng dilakukan secara menyeluruh dan dikembalikan ke bentuk aslinya, yaitu model tradisional kripik.

Kemudian, rehabilitasi yang telah bergulir sejak awal Oktober 2022 silam tersebut, juga menyentuh penggantian rangka plavon, dengan sasaran tujuh ruang kelas, dan satu aula.

Dinas Kebudayaan mencatat, mayoritas bangunan penunjang kegiatan belajar mengajar di SDN Keputran 1 masih mempertahankan bentuk aslinya.

Beberapa adaptasi memang dilakukan untuk mendukung fungsi utamanya sebagai sekolah, namun dipastikan tidak melenceng dari desain awal gedung berdiri.

Lantaran statusnya sebagai bangunan cagar budaya, Pemkot Yogyakarta pun harus melibatkan arkeolog dalam proses rehabilitasi SDN Keputran 1, agar perbaikannya tidak menyimpang dari wujud asli. Total, rehabilitasi tersebut menelan anggaran hingga Rp878 juta, yang bersumber dari Dana Keistimewaan.

"Untuk sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta, bisa kami pastikan, inventarisasi aset-asetnya dilakukan secara optimal oleh dinas-dinas terkait," tandas Sekda Kota Yogya, Aman Yuriadijaya, Kamis (11/11/2022).

Baca juga: Kapolda DIY Irjen Suwondo-Dirut TWC Teken MoU Untuk Ciptakan Wisata Aman Dan Nyaman

"Artinya, yang ada kerusakan pasti kota sentuh. Jadi, tidak akan seperti yang dibayangkan, seperti isu yang sekarang bergulir. Semoga saja, ya, insyaallah, untuk sekolah di kota terkendali," imbuhnya.

Terlebih, Aman menegaskan, alokasi anggaran atau APBD Kota Yogyakarta untuk sektor pendidikan dapat dibilang sangat tinggi.

Bahkan, lanjutnya, afirmasi itu melampaui ketetapan yang diatur di dalam undang-undang, yang mewajibkan 20 persen APBD setiap tahun, bagi keperluan pendidikan daerah.

"Afirmasi kita di dunia pendidikan hampir 26 persen, sementara UU menyebutkan 20 persen. Jadi, Pemkot Yogya sudah lebih dari yang diwajibkan UU. Perhatian kita, saya rasa sangat cukup, termasuk dalam hal sarana dan prasarana," tegasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved