Berita Sleman Hari Ini

Digelar 20 November 2022, Sleman Temple Run #7 Akan Tampilkan Potensi Budaya

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan event Sleman Temple Run (STR)#7. Even yang digelar bersama komunitas Trail Runner Yogyakart

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid bersama Race Direction event Sleman Temple Run #7 Roostian Gamananda saat menyampaikan keterangan event STR#7 ke awak media. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan event Sleman Temple Run (STR)#7. Even yang digelar bersama komunitas Trail Runner Yogyakarta ini akan berlangsung pada 20 November 2022 di Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan dan diikuti 660 pelari dari berbagai negara.

Menariknya, even ini akan menampilkan potensi seni budaya masyarakat di sejumlah rute yang dilewati. 

"(Potensi seni budaya) Ini untuk menambah daya tarik event sekaligus melibatkan peran serta masyarakat lokal dari dusun yang dilewati untuk tampil menghibur dan menyambut para pelari," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid, Jumat (11/11/2022). 

Baca juga: Kapolda DIY Irjen Suwondo Bertemu Gus Miftah, Ini Pesan Khusus Gus Miftah Untuk Polisi di DIY

Beberapa titik rute yang akan menampilkan potensi seni budaya masyarakat antara lain di Watu Balik. Di tempat ini digelar seni Jathilan Turonggo Macho Budoyo dari Madurejo.

Selanjutnya, di Umbulsari menampilkan hadroh dan Badui. Kemudian di Candi Ijo digelar pentas Srandul Margomulyo dari Bokoharjo.

Di Gunungsari mementaskan seni tari dari sanggar tari Breksi.

Lalu di spot Riyadi digelar pentas Jathilan Song Pace dari Sambirejo dan terakhir di Candi Barong menampilkan pentas seni Barongan dari Sambirejo. 

Event ini mengambil start dan finish di Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan.

Ishadi mengatakan, kompetisi lari yang sudah berlangsung sejak 2015 ini merupakan bentuk strategi promosi destinasi wisata, khususnya kekayaan wisata cagar budaya berupa candi yang ada di Sleman.

"Event Sleman Temple Run ini hanya dimiliki oleh Kabupaten Sleman dan menjadi satu-satunya event sport tourism lari di dunia dengan rute melewati candi-candi," kata dia. 

Baca juga: Kim Jeffrey Kurniawan Bercerita Pengalamannya Tinggal di DI Yogyakarta Selama Dua Tahun

Sementara itu, Race Director Sleman Temple Run#7, Roostian Gamananda menyampaikan, ada tiga kategori dalam kompetisi lari ini. Yaitu 25K, 13K dan 7K.

Sejauh ini sudah ada 660 peserta terdaftar, dari lima negara.

Yaitu, Amerika Serikat, Australia, Canada, India dan Indonesia sebagai tuan rumah. Event ini, kata dia, banyak juga diikuti oleh atlet lari. 

"Banyak atlet yang ikut. Peserta termuda umur 12 tahu, atlet dari Salatiga. Lalu paling sepuh umur 58 tahun," kata Roostian. 

Dalam event ini, ada sejumlah fasilitas yang disediakan untuk peserta. Meliputi race pack, kaos finisher, medali finisher.

Kemudian, disediakan juga lima water station, tim medis dan fisioterapi di water station dan venue.

Para peserta juga akan mendapat snack pagi dan makan siang, lalu BIB number atau nomor dada.

Adapun untuk hadiah, kategori putra dan putri, masing-masing akan mendapatkan thropy dan uang pembinaan. Besaran hadiah untuk kategori 25K, 13K dan 7k berbeda-beda. (rif)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved