Berita Kota Yogya Hari Ini

Bappeda Kota Yogyakarta Dukung Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Turunkan Angka Anak Stunting

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta mendorong kolaborasi pemerintah dan swasta untuk menurunkan angka anak stunting.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Program Isi Piringku untuk anak berusia 4-6 tahun dilakukan di TK PKK Budi Rahayu di Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Rabu (9/11/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta mendorong kolaborasi pemerintah dan swasta untuk menurunkan angka anak stunting.

Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Bappeda Kota Yogyakarta, Lusiningsih mengatakan, pihaknya menyadari bahwa pemerintah daerah (pemda) tidak dapat bergerak sendiri untuk terus menekan angka stunting.

“Walaupun Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan angka prevalensi terendah di Indonesia, tapi kami harus tetap melakukan upaya agar angka stunting pada anak ini tidak meningkat. Kalau bisa, ya terus menurun,” ujarnya, dalam kegiatan Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting bertajuk ‘Kolaborasi dan Inovasi Dukung Anak Indonesia Jadi Generasi Maju’ yang digelar Danone Indonesia, Rabu (9/11/2022) di Yogyakarta.

Baca juga: Liga 1 Dihentikan Sementara, Bek Muda PSS Sleman Muhammad Fariz Tingkatkan Kepercayaan Diri

Diketahui, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Keadaan itu mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau kerdil dari standar usianya.

Lusi menjelaskan Pemkot Yogyakarta terbuka dengan kolaborasi bersama sektor swasta, seperti Danone Indonesia.

Adanya kolaborasi ini, kata dia, bisa menciptakan kemitraan yang strategis dan sinergis untuk mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Memang, diharapkan lebih banyak pemangku kepentingan dan pelaku industri lainnya yang dapat terus aktif untuk bermitra dengan pemkot. Ini upaya perwujudan anak generasi maju di Yogyakarta dan Indonesia,” tutur dia.

Kota Yogyakarta kini menuju zero stunting di tahun 2024. Dari data yang dipublikasikan tahun 2022, masih ada beberapa kalurahan yang tergolong dalam zona merah atau prevalensi stunting > 24 persen, yakni Kalurahan Kotabaru, Tegalpanggung dan Mantrijeron.

Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK menjelaskan, pihaknya telah menciptakan inovasi produk berbasis ilmiah lewat Research & Innovation (R&I) Center di pabrik Sarihusada Yogyakarta.

Itu merupakan fasilitas riset dan inovasi bertaraf internasional yang dilengkapi dengan keahlian sains dan teknologi yang mutakhir.

“Kami sudah membuat gerakan bernama ‘Bersama Cegah Stunting’, yang mengintegrasikan program pencegahan stunting secara nasional yang menyasar edukasi gizi, pola asuh dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Integrasi itu diantaranya Isi Piringku, GESID (Generasi Sehat Indonesia), AMIR (Ayor Minum Air), Warung Anak Sehat (WAS), Bunda Mengajar, TANGKAS (Tanggap Gizi dan Kesehatan Anak Stunting, WASH (Water Access Sanitation and Hygiene/ Akses Air Bersih dan Sanitasi Higiene) dan Aksi Cegah Stunting (ACS).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved