Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Dapat Alokasi Dosis dari Kemenkes, Vaksinasi Covid-19 di DIY Siap Digencarkan Lagi

Dengan ketersediaan dosis, Satgas Percepatan Vaksinasi sudah mengajukan usulan ke Kemenkes untuk menggelar booster kedua bagi ASN pelayanan publik.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
IST
Ilustrasi vaksin covid 19 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebaran Covid-19 di DI Yogyakarta mengalami lonjakan yang cukup signifikan memasuki November 2022, dengan rata-rata tambahan kasus di atas 100 per hari.

Selain memperluas cakupan testing dan tracing, upaya vaksinasi yang sempat terkendala ketersediaan dosis pun siap digencarkan lagi.

Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi mengatakan, fenomena peningkatan kasus Covid-19 tersebut memang dijumpai di hampir seluruh daerah di tanah air.

Sehingga, masyarakat tidak boleh abai dan merasa situasi pandemi sudah selesai, yang membuat antusiasme untuk mengakses vaksin menurun.

Baca juga: Pemda DIY Terima 25 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Booster 

"Jadi, ada hal-hal yang harus dipatuhi untuk menekan kasus. Prokes (protokol kesehatan) harus diperketat, dan memperbanyak jangkauan vaksin ke daerah, ya, terutama booster," terangnya, Rabu (9/11/2022).

Ia tak menampik, sampai sejauh ini, cakupan booster atau vaksinasi dosis ke tiga di DIY, terbilang jauh dari kata maksimal.

Bagaimana tidak, dengan capaian sekitar 43 persen, baru Kota Yogyakarta saja yang sudah melampaui 100 persen injeksi.

Sementara, kabupaten lainnya masih di bawah 50 persen.

"Ya, tertinggi Kota Yogyakarta dan Sleman, sudah di atas (rata-rata) DIY. Tapi, untuk Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo masih di bawahnya," cetus Sumadi yang juga menjabat Penjabat Wali Kota Yogyakarta.

"Khusus Kota Yogyakarta sudah di atas 100 persen. Tapi, itu kan karena kita memvaksin warga luar daerah juga, ya, mengingat banyak pekerja atau mahasiswa dari luar yang beraktivitas di sini," imbuhnya.

Ia menyebut, minimnya stok vaksin yang menimpa kota dan kabupaten di DIY selama Oktober 2022 lalu, sedikit banyak menjadi kendala dalam langkah percepatan.

Hanya saja, Sumadi pun dapat bernafas lega, setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini sudah mengirim alokasi tambahan untuk DIY.

Baca juga: Dinas Kesehatan Sleman Terima 300 Vial Vaksin Covid-19 dari Dinkes DIY

"Kita kemarin ada kendala logistik vaksin yang kurang. Tapi, sekarang kita sudah dapat tambahan dan sudah didistribusikan ke kabupaten kota. Jadi, vaksinasi di  layanan kesehatan sudah berjalan normal, merata di rumah sakit, maupun Puskesmas," cetusnya.

Bahkan, dengan ketersediaan dosis yang relatif aman, pihaknya pun sudah mengajukan usulan ke pemerintah pusat, atau dalam hal ini Kemenkes , untuk menggelar booster kedua bagi ASN pelayanan publik.

Pasalnya, sampai saat ini, baru tenaga kesehatan saja yang mendapatkan akses vaksin dosis keempat.

"Harapannya tidak sebatas untuk nakes saja, ya, tapi untuk ASN juga, yang berhadapan langsung dengan pelayanan publik. Kalau sudah ada lampu hijau, tentu segera kita laksanakan, karena mereka rentan terpapar Covid-19 juga sebenarnya," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved