Berita Nasional

Cari Bukti Kasus Dugaan Korupsi Penjualan BBM Nontunai, Polisi Geledah Tiga Lokasi Sekaligus

Dittipidkor Bareskrim Polri menggeledah 3 lokasi sekaligus untuk mencari tambahan bukti kasus dugaan korupsi jual beli BBM nontunai

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Dittipidkor Bareskrim Polri
Salah satu lokasi yang digeledah terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) nontunai tahun 2009 sampai 2012. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri terus melengkapi bukti kasus dugaan korupsi jual beli bahan bakar minyak (BBM) nontunai tahun 2009 hingga 2012.

Terbaru, tim dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggeledah 3 lokasi sekaligus untuk mencari tambahan bukti kasus dugaan korupsi tersebut.

Penggeledahan ini dilaksanakan di kantor PT AKT Menara Merdeka Jalan Budi Kemulyaan Gambir, Jakpus.

Kemudian juga dilakukan di Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga yang beralamat di Gedung Wisma Tugu II Jalan HR Rasuna Said, Kavling C7-9, Kuningan, Karet, Setia Budi, Kota Jakarta Selatan.

Serta Kantor PT Pertamina Patra Niaga pada Ruang Informasi Teknologi (IT) yang beralamat di Gedung Sopo Del Tower Jalan Mega Kuningan Barat III, Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan.

Jual beli BBM nontunai yang diusut oleh polisi ini dilakukan antara PT Pertamina Patra Niaga (PT PPN) dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT).

“Kegiatan geledah di kantor PT AKT Menara Merdeka Jalan Budi Kemulyaan Gambir, Jakpus,” kata Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipidkor) Bareskrim Polri Brigjen Cahyono Wibowo seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (9/11/2022).

Baca juga: Puluhan Penambang Pasir Kulon Progo Audiensi ke DPRD DIY

Baca juga: Penjaga Malam di Bantul Bawa Kabur 2 Mobil Milik Bosnya Lalun Kabur ke Kalimantan Selama 7 Bulan

Dalam kasus ini, kata Cahyono, negara diduga telah dirugikan sebesar Rp 451,66 miliar.

Penggeledahan ini menurut Cahyono dilakukan untuk mencari barang bukti dokumen yang terkait dengan perkara, dokumen transaksi keuangan, dan bukti-bukti aliran transaksi keuangan.

Selain itu, mencari barang bukti elektronik yang terkait dengan korespondensi para pihak, barang bukti elektronik yang terkait dengan transaksi jual-beli BBM secara nontunai dan transaksi pembayaran, serta dokumen-dokumen terkait lainnya.

“Kegiatan penggeledahan ini juga melibatkan tim dari Dittipidsiber Bareskrim Polri dan Puslabfor Polri guna penanganan barang bukti elektronik dari hasil kegiatan penggeledahan,” ucap Cahyono. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved