Berita Sleman Hari Ini

Askab PSSI Sleman Gelar Kongres Biasa, Bahan 5 Poin Penting

Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman menggelar kongres biasa, Minggu (6/11/2022) di kawasan Tridadi, Sleman. 

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Taufiq Syarifudin
Askab PSSI Sleman saat melakukan kongres biasa di kawasan Tridadi, Sleman, Minggu (6/11/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sleman menggelar kongres biasa, Minggu (6/11/2022) di kawasan Tridadi, Sleman

Ketua Umum Askab PSSI Sleman , Wahyudi Kurniawan mengatakan ada lima pokok pembahasan dalam kongres tersebut.

Kompetisi futsal oleh Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK), pembinaan sepak bola kelompok usia, database klub, mencanangkan target sapu bersih cabor sepak bola Porda 2025, dan sinergi dengan sponsor.

"Sampai saat ini sudah banyak agenda yang dilaksanakan. Salah satunya kami gelar kompetisi futsal U-18, jarang di manapun yang melakukan ini," kata Wahyudi kepada wartawan, Minggu (6/11/2022).

Baca juga: Dua Tahun Vakum, Askab PSSI Sleman Kembali Gulirkan Liga Anak Sleman

Menurut pria yang dipanggil Yudi itu, Sleman merupakan tanah subur untuk pembinaan sepak bola.

Hal ini didukung mulai dari fasilitas infrastruktur, sumber daya manusia, pelatih dan klub yang tersedia secara lengkap.

Ia pun berharap agar hal baik ini dapat menjadi sumber kekuatan untuk Kabupaten Sleman.

“Kita memiliki semuanya, infrastruktur, sumber daya manusia, pelatih sampai klub-klub akademi. Semoga Sleman juga bisa menjadi tanah yang subur untuk pembinaan sepak bola Indonesia,” katanya.

"Kita bisa lihat, pelatih di timnas kelompok umur, diuntungkan dengan adanya asprov. Mereka bisa memiliki banyak opsi pemain yang sudah matang, tinggal memolesnya dengan strategi yang ingin diterapkan," sambung dia.

Sementara itu, soal database. Yudi ingin klub yang bernaung di bawah Askab Sleman memiliki identitas yang jelas.

Ia melihat beberapa klub di luar Sleman bahkan sampai menunjukkan kliping koran untuk membuktikan bahwa klub tersebut memang punya eksistensi.

"Mumpung Kongres biasa, bukan pemilihan dan bukan luar biasa. Banyak klub yang simpang siur siapa pengurusnya. Biasanya klub itu lebih ke ketokohan, rata-rata akan hilang kalau misal orang itu sudah tidak ada, seperti Gelora Handayani (Gunung Kidul), di sini kita antisipasi itu agar tidak terjadi," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno mengatakan bahwa Sleman berhasil menunjukkan jati dirinya melalui kongres tahunan. 

Menurutnya, sepak bola tetap harus berjalan sebagai salah satu bentuk pembinaan karakter bangsa. Ahmad menilai Sleman dapat menjadi kiblat Askab di DIY apabila dapat mempertahankan konsistensi dan kedisiplinan.

Baca juga: Askab PSSI Gunungkidul Wacanakan Ambil Alih Pengelolaan Stadion Gelora Handayani

“Mari kita jaga semangat ini, pertahankan kedisiplinan sehingga Sleman bisa menjadi kiblat Askab di DIY,” kata Syauqi.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam sambutannya menyatakan bahwa warga Sleman patut berbangga bahwa Sleman memiliki banyak fasilitas pendukung terutama untuk persepakbolaan. 

Saat ini, Kabupaten Sleman sudah memiliki 3 sport center yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Namun pada tahun 2023 mendatang, ditargetkan ada 6 sport center yang bisa difungsikan untuk menunjang semangat olahraga terutama untuk dunia sepak bola di Sleman.

“Mudah-mudahan, kekompakan, kerjasama yang bagus ini bisa kita pertahankan untuk menyongsong kompetisi,  pertandingan di tahun 2023. Insya Allah dengan adanya kongres ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Yang baik kita pertahankan, yang belum mari kita diskusikan (solusinya) bersama,” ungkapnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved