Berita Internasional

Setelah ke AS, Prabowo Subianto Diperintah Presiden Jokowi Temui Menhan China

Presiden Jokowi meminta Prabowo Subianto untuk memediasi dua kekuatan dunia tersebut dengan menggelar pertemuan dengan menteri pertahanan

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tim media Prabowo Subianto via kompas.com
Penyerahan Alutsista - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan dua unit helikopter antikapal selam AS565 MBe Panther dan satu unit pesawat CN235 MPA kepada TNI Angkatan Laut. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Indonesia ingin menengahi konflik antara Amerika Serikat dan Rusia-China.

Sebagai bentuk nyata untuk meredakan konflik antara AS, Rusia dan China, Presiden Jokowi secara khusus memerintahkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk terbang ke China.

Presiden Jokowi meminta Prabowo Subianto untuk memediasi dua kekuatan dunia tersebut dengan menggelar pertemuan dengan menteri pertahanan masing-masing negara.

Prabowo Subianto rencananya akan terbang ke China pada November mendatang.

Tak hanya ke China, Prabowo mengaku dirinya bisa saja langsung terbang ke Moscow jika Presiden Jokowi menginginkannya.

"Saya akan berangkat, sudah diperintah oleh beliau saya berangkat ke Tiongkok atas undangan dan mungkin sesudah itu beliau akan perintahkan saya juga mungkin berangkat ke Moskwa," kata Prabowo di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (29/10/2022) seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Meski mendapatkan perintah langsung dan Presiden Jokowi untuk menemui menteri pertahanan China, namun Prabowo Subianto tidak menjelaskan secara rinci kegiatan yang akan dilakukan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Sebelum mendapatkan perintah bertemu dengan Menteri Pertahanan China, Prabowo Subianto sudah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

"Kita berjuang, kita berusaha untuk menjadi jembatan untuk meleraikan pertempuran, untuk menyejukkan semua pihak," kata Prabowo.

Baca juga: Terpilih Kembali Pimpin PKC, Xi Jinping Bertekad Bawa China Makin Kuat

"Tidak gampang, tidak gampang, presiden sudah coba, saya juga sudah coba, saya panggil kedua duta besar masing-masing berkeras," ujar dia.

Namun, Prabowo menegaskan, upaya itu harus ditempuh karena Indonesia sebagai negara nonblok harus selalu mencari jalan tengah dengan menghormati setiap negara.

Prabowo menambahkan, dunia saat ini tengah menghadapi dampak perang antara Ukraina dan Rusia yang dikhawatirkan dapat memicu perang dunia ketiga yang diwarnai perang nuklir.

"Perang dunia ketiga yang mati itu puluhan juta orang. Kalau sekarang terjadi perang dunia ketiga, yang kita berdoa tidak akan terjadi dan tidak boleh terjadi, dan kita minta kepada Yang Maha Kuasa untuk hindari umat manusia dari bencana yang begini besar," kata dia. (*)

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved