3 SITUS Sejarah Ini Terkena Dampak Tol Yogyakarta-Bawen, Bagaimana Nasibnya?

Pembangunan tol Jogja-Bawen tak hanya menggusur sekolah dan rumah penduduk saja. Bahkan situs sejarah yang menjadi bangunan cagar budaya pun turut

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Keluarga Pemegang Hak Waris, Winarno menunjukkan Ndalem Mijosastran yang kini sudah terkepung proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi, Mlati Kabupaten Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pembangunan tol Jogja-Bawen tak hanya menggusur sekolah dan rumah penduduk saja.

Bahkan situs sejarah yang menjadi bangunan cagar budaya pun turut terkena imbas.

Apa saja cagar budaya yang terkena proyek tol Jogja-Bawen?

Lantas, bagaimana nasibnya? Apakah ada relokasi atau bagaimana?

Mari kita simak cagar budaya apa saja yang terimbas pembangunan fasilitas transportasi tersebut.

Jalan Tol Yogyakarta-Bandara YIA nantinya akan tersambung dengan Tol Yogyakarta-Bawen.
Jalan Tol Yogyakarta-Bandara YIA nantinya akan tersambung dengan Tol Yogyakarta-Bawen. (Tribunjogja.com/IST)

1. Cagar Budaya: Ndalem Mijosastran di Sleman

Ndalem Mijosastran menjadi bangunan cagar budaya yang terdampak tol Jogja-Bawen.

Saat ini, cagar budaya Ndalem Mijosastran di Sleman dalam proses pemindahan.

Untuk memindahkan cagar budaya memang tidak mudah, Tribunners. Pemindahan cagar budaya ini harus mendapatkan izin dari berbagai pihak.

Sekadar informasi, Ndalem Mijosastran yang berada di Padukuhan Pundong II, Mlati, Kabupaten Sleman kini masih berdiri di antara lahan yang sudah dalam pengerjaan pembangunan jalan tol.

Bangunan rumah limasan ini memiliki sejarah panjang di awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Saat itu, bangunan Ndalem Mijosastran difungsikan sebagai Pos Tentara Indonesia.

Sekitar tahun 2015, bangunan ini mendapatkan penghargaan anugerah budaya Pelestarian Cagar Budaya dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan pada tahun 2017 melalui Surat Keputusan Bupati Sleman, No:14.7/Kep.KDH/A/2017 tertanggal 6 Februari 2017 ditetapkan menjadi cagar budaya

Bangunan limasan itu awalnya ditaksir sebagai rumah biasa, tetapi belakangan, akan di-appraisal ulang sebagai cagar budaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved