Berita Sleman Hari Ini

Pembayaran Ganti Rugi Lahan Tol Yogya-Bawen Tahap Dua Diperkirakan Dilakukan Pada 2023

Diperkirakan, ganti kerugian untuk pengadaan lahan tahap dua di seputar Selokan Mataram ini baru bisa dibayarkan pada tahun depan setelah

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana pengadaan lahan tahap dua untuk proyek pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen di seksi 1 terus berjalan.

Tahapan saat ini, telah memasuki konsultasi publik.

Diperkirakan, ganti kerugian untuk pengadaan lahan tahap dua di seputar Selokan Mataram ini baru bisa dibayarkan pada tahun depan setelah ada penetapan lokasi dari Gubernur. 

Baca juga: Pemda DIY Sebut Sosialisasi Pembangunan Proyek Tol Yogya-YIA Dilakukan November 2022

"Iya kayaknya tahun depan, soalnya ini penlok (penetapan lokasi)-nya kan belum turun ya," kata Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY, Margaretha Elya Lim Putraningtyas, Rabu (26/10/2022). 

Pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen di seksi 1 (junction Sleman sampai simpang susun Banyurejo) sepanjang 8,8 kilometer membutuhkan tambahan lahan 617 bidang di 7 Kalurahan.

Penambahan lahan ini setelah ada review design diseputar Selokan Mataram yang merupakan cagar budaya.

Rencana pengadaan lahan untuk tahap dua ini telah memasuki agenda konsultasi publik yang dimulai sejak tanggal 18 hingga 27 Oktober 2022. 

Setelah konsultasi publik selesai, kata Elya, masih ada beberapa tahapan berikutnya.

Satu di antaranya adalah verifikasi data jika masih ada beberapa data yang perlu diperbaiki.

Tahap selanjutnya, musyarawah untuk menyepakati bentuk ganti kerugian.

Kemudian data tersebut dikirim ke Lembaga Managemen Aset Negara untuk meminta persetujuan pembayaran. 

"Kalau sudah semua setuju baru dibayarkan," ujar dia. 

Baca juga: Pakar UGM: Tak Perlu Bergantung pada Batubara, 52 PLTU di Indonesia Bisa Beralih ke Biomassa

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Jalan Tol Yogya-Bawen, M Mustanir sebelumnya menyampaikan, setelah konsultasi publik selesai dilakukan maka tahap berikutnya adalah menunggu Izin Penetapan Lokasi (IPL) dari Gubernur DIY. 

"Targetnya di bulan November 2022 ini penetapan lokasi (dari Gubernur) sudah terbit. Setelah konsultasi publik kan kami akan menjalin berkoodinasi dua pekan, jadi kira-kira pertengahan November. Tapi kalau molor-molornya ya akhir November (IPL terbit)," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved