Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

PT TWC Fokus Susun SOP Visitor Management untuk Pengunjung Candi Borobudur

PT Taman Wisata Candi  (TWC) Borobudur tengah fokus menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait aturan bagi pengunjung (visitor management)

TRIBUNJOGJA.COM/Nanda Sagita Ginting
Suasana kunjungan wisatawan di zona dua Candi Borobudur,Selasa (25/10/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - PT Taman Wisata Candi  (TWC) Borobudur tengah fokus menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait aturan bagi pengunjung (visitor management) di kawasan wisata warisan dunia itu.

Difokuskannya penyusunan SOP sebagai persiapan menjelang kunjungan wisatawan pada natal dan tahun baru (Nataru) mendatang.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan, penyusunan SOP sesuai dengan arahan dari rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin oleh Kemenko Marves.

Baca juga: Pemuda Asal Bantul Menenun Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi

"Persiapan nataru ini, kami  sedang fokus dulu ya sesuai dengan arahan dari rakor yang beberapa kali sudah dijalankan, dipimpin oleh Kemenko Marves. Kami sedang menyusun SOP terkait visitor management," ujarnya pada Selasa (25/10/2022).

Penyusunan SOP nantinya, kata dia, akan menjadi dasar aturan berbagai kegiatan ke depan, termasuk aturan naik ke struktur candi.

Supaya tidak ada lagi tafsir keliru yang beredar di masyarakat  terkait aturan kunjungan.

"Mengatur visitor management baik di area Taman Wisata dan juga di area bangunan candinya. Jadi ini sedang kami atur betul, bentuk-bentuk kegiatan seperti apa, regulasi seperti apa termasuk atributnya. Karena beberapa waktu sebelum ini ada penggunaan Sandal Upanat, kami sedang memastikan bentuknya seperti apa, mekanisme nanti seperti apa, supaya tidak terjadi friksi di lapangan,"terangnya.

Lepas dari semua itu, menurutnya, sudah seharusnya Taman Wisata Candi Borobudur memiliki aturan baku. Mengingat destinasi ini merupakan kawasan wisata super prioritas.

"Semua harus menyadari bahwa Candi Borobudur ini kan destinasi super prioritas. Jadi, sudah selayaknya memiliki standar operasi baku yang bisa diterima, tidak hanya untuk market domestik tetapi juga internasional,"ungkapnya.

Penyusunan SOP ini , tambahnya, tetap akan melibatkan berbagai stakeholder terkait mulai dari Balai Konservasi Borobudur (BKB) hingga pelaku wisata.

"Jadi ini betul-betul sedang kami kejar diupayakan secara maksimal. Pembicaraan sedang dilakukan antara TWC dan BKB mengawakilkan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Dan ini akan  dikomunikasikan dahulu karena yang paling penting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat khususnya wisatawan itu baik yang individual atau kelompok, termasuk pelaku-pelaku usaha  wisata travel agent  dari dalam maupun luar negeri, dia akan tau persis aturan berkunjung ke Candi Borobudur,"jelasnya.

Lebih jauh, dia menuturkan, SOP ini diusahakan rampung dan bisa dilakukan uji coba pada Desember tahun ini.

Perencanaan uji coba nantinya  akan dilakukan persis seperti aturan penerapan protokol kesehatan (Proses) di Candi Borobudur sewaktu pandemi lalu.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Inova Hajar Tiang Telekomunikasi, TKP Purworejo, Pengemudi Asal Kebumen

"Kami berusaha semoga ada uji coba di bulan Desember, semoga akan menuju ke sana. Artinya, ini betul-betul  sedang dibahas jangan sampai nanti kesiapannya belum matang tapi sudah diumumkan ke masyarakat, nanti itu jadi kontraproduktif lah.  Jadi betu-betul kita persiapkan lalu uji coba persis seperti dulu TWC menerapkan SOP protokol kesehatan. Kami bikin SOP nya seperti ada  mark (tanda) sehingga orang  orang bisa tahu persis.  Di lapangan juga sign (rambu-rambu), itu clear apa yang boleh apa yang tidak boleh, termasuk juga implementasinya,"bebernya.

Terpisah, salah seorang wisatawan Hariz Afdillah (46) asal Bekasi, Jawa Barat mengatakan, sebagai pengunjung juga perlu kejelasan terkait aturan ke Candi Borobudur.

"Kalau kami (pengunjung) sebenarnya juga harus diberi tahu lah aturannya seperti apa kalau mau ke sini (Candi Borobudur). Selama ini kan seperti ngawang aja, tidak boleh naik ke atas sudah itu aja. Seperti tidak ada kejelasan, kalaupun nanti mau dibuat aturannya ya harapan kami untuk tiket jangan terlalu memberatkan, itu saja,"tutupnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved