Cerita Evakuasi Seekor Ular Masuk Warung Sempit di Kota Jogja

Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota (Damkarmat) Kota Yogyakarta mengevakuasi seekor ular.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Iwan Al Khasni
Dok. Dinas Damkarmat Kota Yogya.
Petugas Damkarmat Kota Yogya berjibaku mengevakuasi ular liar yang masuk ke warung milik warga, di Gowongan, Jetis. 

Tribunjogja.com Yogyakarta - Ketika memasuki musim hujan seperti saat ini, kerap ditemui kasus hewan liar masuk ke lingkungan perumahan.

Seperti musim penghujan tahun lalu, ada banyak kasus ular berbisa berkembang biak di seputaran rumah warga.

Musim penghujan tahun ini, aduan ancaman hewan liar pun meningkat seperti tahun sebelumnya.

Beberapa warga pun menghubungi petugas untuk mengevakuasi masuknya hewan liar ke pemukiman.

Seperti kasus yang terjadi di Kota Jogja.

Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta berjibaku mengevakuasi ular liar yang masuk ke warung milik warga, di Gowongan, Jetis.
Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta berjibaku mengevakuasi ular liar yang masuk ke warung milik warga, di Gowongan, Jetis. (Dok Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta)

Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota (Damkarmat) Kota Yogyakarta mengevakuasi seekor ular.

Ular itu diketahui berada di warung sempit yang berlokasi di kawasan Gowongan, Jetis, Kota Yogyakarta.

Di tengah impitan barang-barang dagangan khas kelontong di tengah pemukiman, personel pun sempat kesulitan.

"Laporan sekitar pukul 08.15 pagi. Permintaan datang dari warga yang melihat ular liar yang masuk ke dalam warung," ujar Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogya Octo Noor Arafat, Selasa (25/10/2022).

Mendapati laporan tersebut, satu regu tim rescue dari Damkarmat Kota Yogya pun langsung bergegas dan meluncur ke TKP.

Begitu tiba, petugas mendapati ular tersebut tengah bersembunyi di sela barang-barang dagangan,sehingga butuh waktu bagi timnya untuk menggeser etalase dan lain sebagainya.

"Ularnya berukuran sedang dan ternyata cukup lincah geraknya, sehingga sulit untuk ditangkap.

Apalagi, di situ banyak barang, kemudian ukuran warungnya pun cenderung sempit," jelas Kadamkarmat.

"Makanya, petugas butuh waktu untuk menggeser beberapa barang dan etalase, agar ular bisa terlihat, dan ditangkap.

"Dalam waktu sekitar 15 menitan, ular akhirnya bisa dievakuasi," tambahnya.

Lebih lanjut, Octo pun mengimbau warga masyarakat, supaya mewaspadai meningkatnya fenomena ular liar masuk rumah di tengah intensitas hujan yang makin tinggi.

Walau begitu, ia menuturkan, mayoritas ular yang dievakuasi dari rumah warga, masuk kategori tidak berbisa dan tak membahayakan.

"Tapi, jika tidak memiliki keahlian, atau tidak yakin tentang jenis ular yang dihadapi, lebih baiknya tetap berhati-hati, dan menghubungi tim Damkarmat saja, kami siap 24 jam," ungkapnya. (Tribunjogja.com/aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved