Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Minta Para Orangtua Agar Jaga Gizi Anak-Anak Bantul

Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Baznas Bantul berupaya mencegah gizi buruk dengan Pentasyarufan Program Bantul Sehat.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/IG @ABDULHALIMMUSLIH
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menggendong anak saat penyerahan bantuan Pentasyarufan Program Bantul Sehat, di Kantor Bupati Bantul, Senin (24/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan Bantul bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bantul berupaya mencegah gizi buruk dengan mengadakan Pentasyarufan Program Bantul Sehat, selama Oktober sampai Desember 2022.

Baca juga: Bupati Halim Sebut Program ZChicken Baznas Satu Upaya Tanggulangi Kemiskinan di Kabupaten Bantul

Baca juga: Bupati Halim Ajak Masyarakat Larisi Produk ZChicken dari Penerima Zakat Baznas

Program ini meliputi perbaikan gizi anak terutama usia bawah lima tahun, melalui pemberian makanan tambahan di pusat kesehatan masyarakat.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, saat ini banyak permasalahan dalam kesehatan, diantaranya gizi buruk, stunting, dan penyakit lainnya. Karena itu, peran Baznas sangat diperlukan.

Bupati bantul pun berpesan, agar selalu menjaga anak-anak dari gizi buruk dan stunting. “Jangan sampai anak-anak kita, cucu-cucu kita, generasi masa depan bangsa ini terkena gizi buruk ataupun stunting. Mari kita jaga dan rawat anak-anak kita, penuhi gizinya, manfaatkan bantuan dari Baznas ini untuk perbaikan gizi dan pencegahan stunting,” tandas Bupati Abdul Halim.

“Kepada para orang tua penerima manfaat, saya titip anak-anak agar gizinya ini dapat terpenuhi. Mari kita rawat sebaik-baiknya anak-anak kita,” ucap Halim serius.

halim tasyarufan baznas
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat penyerahan bantuan Pentasyarufan Program Bantul Sehat, di Kantor Bupati Bantul, Senin (24/10/2022).

Ketua Baznas Bantul, Damanhuri mengatakan, program pemberian makanan tambahan bagi anak balita untuk perbaikan gizi pada tahap awal ini akan dilakukan di 10 dari total 27 puskesmas di bawah pengelolaan Dinkes Bantul.

"Sementara baru 10 puskesmas, belum keseluruhan, dan kalau ini berdampak sangat baik, mungkin akan berlanjut sampai tuntas, agar supaya di Bantul tidak ada lagi stunting dan gizi buruk," kata Damanhuri.

Ia menyebut, secara teknis puskesmas yang dikelola dinkes akan mendapat dukungan anggaran untuk pemberian makanan tambahan, ukurannya mengacu pada indeks anak per hari Rp10 ribu untuk 100 anak.

"Berarti secara total keseluruhan 90 hari itu sekitar Rp90 juta. Nanti, ada evaluasi dan kaji dampak seberapa besar dampak dari perbaikan gizi ini, harapan kita ini nanti berdampak baik dan akan terus berlanjut," terangnya.

Sementara Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Rahardjo menambahkan, angka gizi buruk di Bantul saat ini totalnya sebanyak 97 orang, atau ekuivalen dengan 0,12 persen. Angka tersebut, menurutnya, masih jauh di bawah rata-rata nasional.

"Cuma kita tidak bisa kemudian berbangga dengan itu, harus segera ditangani seperti diintervensi Baznas. Kita semua harus intervensi dan alhamdulillah hari ini ada dukungan dari Baznas, supaya Bantul segera sehat," katanya.

Tak hanya itu, Baznas juga akan bekerjasama dengan Kemenag dan Dikpora Kabupaten Bantul untuk memberikan bantuan berupa beasiswa kepada 417 siswa tingkat SD, SMP, MI, dan MTS yang merupakan mustahik. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved