Unimma Luncurkan 9 Pusat Studi Untuk Tingkatkan Peran Sebagai Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) resmi meluncurkan sembilan pusat studi penelitian.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) resmi meluncurkan sembilan pusat studi penelitian.
Sembilan pusat studi tersebut yakni Center for Innovation in Primary Education (PGSD), Wound Study Center (Keperawatan), Center for Madrasa Development Studies (PGMI), Islamic Philanthropy Study Center (Hukum Ekonomi Syariah).
Center of Energy for Society and Industry (Teknik Otomotif), Center for Digital Pharmacy Studies (Farmasi), Small and Medium Enterprises and Entrepreneurship Center (Manajemen), Center for Sustainable Intellegent Circular Economy (Teknik Industri), dan Center for Study of Law and Public Policy (Ilmu Hukum).
Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes, Ketua LPPM Unimma mengatakan tujuan pendirian kesembilan pusat studi tersebut adalah untuk meningkatkan peran Unimma sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat nasional maupun internasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional.
“Tujuannya untuk mengembangkan kepakaran dosen di ilmunya masing-masing. Dengan adanya pusat studi ini, ilmu mereka akan berkembang lebih spesifik lagi," jelasnya pada Rabu (19/10/2022).
Ia menambahkan, pusat studi diharapkan dapat melahirkan pemikiran yang inovatif dan strategis yang akan menjadi acuan dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Retno juga menyampaikan target penambahan pusat studi di tahun ini ditargetkan menjadi 10 pusat studi.
"Sementara launching sembilan dari masing-masing prodi. Di periode tahun akademik 2022/2023 ini kita menargetkan 10 pusat studi,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Lilik Andriyani, SE., MSi mengungkapkan apa yang sedang diupayakan Unimma adalah adalah peningkatan keilmuan dengan meningkatkan kerjasama internasional.
Melalui wadah sembilan pusat studi ini sebagai awal untuk pengembangan secara lebih luas.
"Nanti,pada akhirnya pengembangan selanjutnya adalah kemunculan pusat studi lain untukuntuk meningkatkan peran Unimma dibidang pendidikan,"urainya. (*)