Berita Bantul Hari Ini

Nihil Temuan Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak di Bantul, Ini Kata Bupati

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, permasalahan spesifik dalam segi medis itu memang harus dianalisis atau dikaji oleh para dokter secara m

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Adanya kasus gagal ginjal akut anak di Daerah Istimewa Yogyakarta menuai beragam respon dari berbagai belah pihak. 

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, permasalahan spesifik dalam segi medis itu memang harus dianalisis atau dikaji oleh para dokter secara mendalam.

"Kalangan medis tentu mendapat tantangan baru. Karena ini kasus yang relatif baru juga kan," ucapnya saat berbincang kepada awak media di Jogja Expo Center, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Orang Tua di Kulon Progo Diminta Terapkan PHBS untuk Cegah Gagal Ginjal Akut pada Anak

Sehingga, beberapa rumah sakit baik itu yang berada di daerah harus bisa mengantisipasi kejadian yang serupa pada masa yang akan mendatang, apabila tidak segera dilakukan antisipasi.

Dia turut berharap, terutama kepada Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati hingga seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul, untuk melakukan konsolidasi.

"Ini masalah medis. Tentu dibutuhkan penelitian yang mendalam (bagi) akademisi maupun praktisi medis. Mereka harus melakukan langkah-langkah yang lebih konkret," tuturnya. 

Tentunya penelitian itu terkait dengan alasan gagal ginjal anak-anak setelah mengkonsumsi suatu obat medis.

"Para orang tua yang memiliki anak dan sedang diperiksakan di rumah sakit atau dokter jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada dokter itu. Karena pertanyaan orang tua menjadi penting supaya turut memikirkan hal itu (jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan oleh orang tua)," sambung Halim.

Terlebih pertanyaan itu mengenai obat-obatan yang hendak dikonsumsi oleh anak-anak.

"Jadi, saya mengimbau kepada masyarakat untuk bertanya secara terbuka kepada dokter tentang obat-obatan yang akan diberikan kepada anak-anak," terangnya. 

Dia turut menantikan statement para dokter maupun akademisi mengenai kasus misterius itu.

Kasus itu pun menjadi penting bagi pemerintah, karena pemerintah juga memiliki kewenangan untuk mengevaluasi obat-obatan yang beredar di masyarakat. 

Baca juga: Penasihat Hukum Haryadi Suyuti Sampaikan Pesan Eks Wali Kota Yogyakarta Seusai Sidang

Kendati demikian, dihubungi secara terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menuturkan sejauh ini belum menemukan kasus tersebut di wilayahnya. 

"Belum ada," kata Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Budi Rahardjo.

Ia pun akan segera memberikan perkembangan informasi mengenai kasus gagal ginjal akut anak di wilayahnya. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved