Berita Bantul Hari Ini

Densus 88 Beri Edukasi untuk Cegah Paham Intoleransi Radikalisme dan Terorisme di Bantul

Tim Densus 88 Mabes Polri memberikan edukasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme kepada beberapa tokoh masyarakat dan agama di

TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Suasana saat Densus 88 Mabes Polri memberikan edukasi paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di Kompleks Parasamya Gendung Induk Mandala Saba Lantai 3, Selasa (18/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tim Densus 88 Mabes Polri memberikan edukasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme kepada beberapa tokoh masyarakat dan agama di Kompleks Parasamya Kabupaten Bantul, Selasa (18/10/2022).

Anggota Densus 88 Mabes Polri, Arnold (nama samaran) mengatakan, agenda itu akan terus dilaksanakan olehnya agar kasus-kasus intoleransi, radikalisme dan terorisme dapat dicegah dengan cepat.

"Alhamdulillah pada 2022 khususnya di Yogyakarta tidak ada kejadian sama sekali untuk terorisme," ucapnya, kepada wartawan di Gendung Induk Mandala Saba Lantai 3.

Baca juga: Jam Tayang MU vs Spurs Jadwal Liga Inggris Pekan 12

Pasalnya, dua tahun yang lalu, walau pandemi Covid-19 berlangsung, di Kabupaten Bantul masih terdapat kejadian intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Sementara itu, terkait potensi ancaman terorisme di Kabupaten Bantul menurutnya lumayan tinggi. Baik itu jika dilihat di peta kerawanan.

Sebab, berdasarkan data yang dihimpun sebanyak 30 persen orang yang melakukan tindakan terorisme merupakan penduduk pendatang.

"Bantul menjadi berpotensi untuk mereka berkumpul karena di Yogyakarta khususnya apa-apa murah. Kemudian lengkap, baik dari sarana pendidikan, kebutuhan rumah tangga dan sebagainya," sambungnya.

Telebih, ia menilai bahwa Yogyakarta memiliki multiculture sebagai fasilitas yang mereka butuhkan.

Sementara itu, titik kerawanan akan tempat terorisme berada di Sewon, Kasihan, Jetis dan Pelret.

"Sebagai langkah antisipasi, kami sudah melakukan monitoring terhadap beberapa kelompok jaringan yang ada di Yogyakarta. Baik melalui Polsek atau Polres setempat, melalui tokoh masyarakat, tokoh agama di sekitarnya. Jadi, ketika orang tersebut kami indikasi sebagai kelompok jaringan. Mereka akan kami awasi," tambah Arnold.

Baca juga: Ramalan Zodiak Asmara Anda Besok Rabu 19 Oktober 2022: Pisces Bikin Ayang Kecewa, Aries Akan Bahagia

Oleh karena itu, setidaknya masyarakat harus aware untuk lingkungan dan segera melapor kepada Bhabinkamtibmas apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan.

Sehingga, adanya laporan itu akan diteruskan kepada pihak Densus 88 untuk menyelidikinya.

"Kepada masyarakat, setidaknya selalu waspada apabila ada orang yang mengajak (untuk mengikuti) paham intoleransi, radikal dan terorisme. Agar, tidak ikut berpartisipasi kegiatan yang mereka adakan," pungkas Arnold. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved