Sentra Gakkumdu Dibentuk di Gunungkidul, Siap Awasi dan Amankan Pemilu 2024

Sentra Gakkumdu Gunungkidul akan berperan dalam pengamanan dan pengawasan Pemilu 2024.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA/Istimewa
Peluncuran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Gunungkidul untuk penanganan Pemilu 2024, Sabtu (15/10/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DIY resmi membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk Kabupaten Gunungkidul.

Peresmian dilakukan pada Sabtu (15/10/2022).

Anggota Bawaslu DIY, Mohammad Najib mengatakan Sentra Gakkumdu Gunungkidul akan berperan dalam pengamanan dan pengawasan Pemilu 2024.

"Termasuk penanganan tindak pidana Pemilu di wilayah Gunungkidul," kata Najib lewat keterangannya pada Minggu (16/10/2022).

Ia mengatakan Gunungkidul termasuk salah satu wilayah di DIY yang rawan terhadap potensi pelanggaran Pemilu.

Itu sebabnya peran Sentra Gakkumdu akan sangat dibutuhkan.

Menurut Najib, kinerja dari Sentra Gakkumdu Gunungkidul akan melibatkan berbagai unsur.

Termasuk dari pemerintah daerah, kejaksaan hingga aparat kepolisian.

"Ini jadi bentuk sinergi dan kesolidan antar lembaga yang terlibat," jelasnya.

Tiap unsur nantinya memiliki peran dan tugas masing-masing. Seperti kepolisian dalam hal pencegahan hingga menindak pelanggaran yang muncul saat pelaksanaan Pemilu 2024.

Sedangkan kejaksaan akan berperan dari sisi tindak pidananya. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, Rinaldi Umar mengatakan siap untuk membantu penanganan perkara pidana pelanggaran pemilu.

"Kami tentunya akan memproses administrasi dari perkara pelanggaran tersebut, berkoordinasi dengan kepolisian dan Bawaslu setempat," ujar Rinaldi.

Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto menilai pembentukan Sentra Gakkumdu jadi momentum baik untuk upaya preventif.

Khususnya dalam mencegah berbagai bentuk potensi pelanggaran pemilu.

Ia juga mengatakan Sentra Gakkumdu jadi ruang yang positif untuk sinergi dalam lembaga. Sinergi ini akan dibutuhkan dalam penyelesaian sengketa pemilu.

"Apalagi waktu penyelesaian sengketa pemilu terbilang terbatas, sehingga perlu sinergi yang baik dan solid," kata Heri.(*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved