Kisah Inspiratif

Pasangan Suami Istri di Sleman Tekuni Bisnis Kaktus, Raup Omzet Rp50 Juta per Bulan 

Bermula dari ide sang istri pada 2018, Isna yang menggeluti budidaya kaktus nekat banting setir dari pekerja karyawan swasta menjadi petani milenial.

TRIBUNJOGJA.COM/Neti Istimewa Rukmana
Suasana kebun kaktus dan sukulen di Ardana Garden, tepat di Padukuhan Kebonan, Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Setiap orang memiliki hobi yang berbeda-beda. Seperti halnya pasangan petani milenial asal Kabupaten Sleman yakni Isnaini Baroroh (istri) dan Ari Priyana Febri Kristanto (suami).

Bermula dari ide sang istri pada 2018, Isna yang menggeluti budidaya kaktus nekat banting setir dari pekerja karyawan swasta menjadi petani milenial.

"Awalnya saya mencoba bercocok tanam di mulai dari anggrek, aglonema, termasuk kaktus dan sukulen ini. Setelah beberapa lama saya menekuni tanaman hias, akhirnya saya tahu kalau banyak orang yang tertarik dan bisa budidaya kaktus dan sukulen itu. Tapi, waktu itu di Yogya belum banyak yang budidaya kaktus dan sukulen," ujar Isna kepada wartawan saat ditemui di Sleman City Hall, Kamis (13/10/2022).

Baca juga: Vaksin Covid-19 di Bantul Kosong, Layanan Vaksinasi Dihentikan Sementara 

Melalui hal tersebut, pemilik Ardana Garden di Padukuhan Kebonan, Sumberadi, Mlati, Sleman ini terus mempelajari budidaya kaktus dan sukulen yang baik dan benar secara otodidak. Baik itu mengenai media tanam hingga cara menanamnya.

Namun, ada banyak sekali tantangan yang ia dapatkan. Mulai dari salah tanam hingga gagal tumbuh.

Namun hal itu tentu tidak mengurangi rasa semangatnya untuk terus mempelajari dunia tanaman kaktus dan sukulen.

Kini, ia pun bisa melakukan beberapa hal dalam budidaya kaktus dan sukulen.

Baik itu mixing media, cara penanaman kaktus dan sukulen, penanganan kaktus dan sukulen saat musim hujan dan musim panas, takaran penyiraman serta pemupukan kaktus dan sukulen yang benar, hingga peroses pengembangbiakannya.

Hasilnya, kini lebih dari 1.000 tumbuhan dari beragam kaktus hingga sukulen telah berhasil menghiasi lahan pertaniannya.

Hal itu pun membuat sang suami yang mana awal mulanya juga bekerja sebagai karyawan swasta, ikut membanting setir guna membantu sang istri mengelola lahannya.

"Karena kaktus dan sukulen itu ada banyak ya jenisnya. Jadi, perawatannya pun berbeda. Ada yang di dalam ruangan dan ada yang di luar ruangan. Hasilnya pun lumanyan. Makanya saya bujuk suami saya untuk bantuin saya mengelola tanaman-tanaman itu," terangnya.

Dalam sebulan, Isna dan suami bisa meraup omzet Rp50 juta. Namun, apabila sedang kebanjiran pesanan, pihaknya bisa meraup omzet Rp70 juta per bulan.

"Ya kalau musim hujan gini paling rata-rata Rp50 juta. Tapi itu juga tidak pasti, karena terkadang banyak juga ketika musim hujan tiba peminatnya banyak. Terutama pengelola kafe-kafe," tuturnya.

Tanaman yang dia jual pun beragam. Ada yang berasal dari lokal serta impor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved