Tragedi Stadion Kanjuruhan

Update Terkini Tragedi Kanjuruhan: Korban Meninggal Bertambah, Jenazah ke 132 Bernama Helen

Dengan meninggalnya Helen, kini korban jiwa kerusuhan dan tragedi gas air mata di Stadion Kanjuruhan menjadi 132 orang.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Surya Malang/Purwanto
KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan 

TRIBUNJOGJA.COM - Kabar terkini tragedi Stadion Kanjuruhan, dilaporkan bahwa korban meninggal dunia telah bertambah. Adalah seorang gadis 20 tahun asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang bernama Helen Prisela yang telah dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami gagal napas akut dalam perawatan.

Jenazah Helen Prisela pun terdaftar sebagai korban jiwa ke 132 dalam tragedi Stadion Kanjuruhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. Sebelumnya, pemerintah telah merilis jumlah korban meninggal tragedi gas air mata itu berjumlah 131 jiwa.

Dengan meninggalnya Helen, kini korban jiwa kerusuhan dan tragedi gas air mata di Stadion Kanjuruhan menjadi 132 orang.

Tribun Jogja mengutip laporan kompas.com, Helen meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang pada Selasa (11/10/2022) pukul 14.25 WIB akibat gagal napas akut.

Gagal napas akut

Penyebab meninggalnya Helen diungkap oleh Dokter RSSA, Arie Zainul Fatoni. Dokter Arie mengatakan Helen meninggal dunia karena gagal napas akut.

"Karena oksigenasi ke paru-paru sangat buruk karena hipoksia, gagal napas akut, atau kalau dalam kedokteran namanya Acute Respiratory Distress Syndrome berat," kata dia, Selasa (11/10/2022).

Helen sempat menggunakan alat bantu pernapasan karena kondisinya kritis.

Pendarahan organ

Menurut Arie, Helen dibawa ke rumah sakit pada Sabtu (1/10/2022) malam usai pertandingan Arem FC melawan Persebaya, dalam kondisi sudah kritis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis ada cedera dan pendarahan organ. "Biasanya karena multitrauma pada Mbak Helen, sehingga mengakibatkan komplikasi berupa injury atau cedera paru-paru," kata dia.

Helen juga disebut mengalami luka pada bagian wajah dan patah tulang di bagian tangan. Dia mengatakan kondisi Helen yang sempat dirawat di ruang ICU RSSA makin memburuk.

"Dari awal memang agak kritis, cuma dalam perjalanannya dikabarkan ada perburukan karena memang masuk sudah dalam multitrauma, ternyata ada pendarahan di organ dalam sehingga pascaoperasi didapatkan kondisi yang lebih berat lagi," katanya.

Total 132 korban jiwa

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved