Serie A

ROMA 2-1 Lecce: Dybala Jadi Tumbal Kemenangan, Mourinho Bawa Kabar Buruk bagi Romanisti

Musim penyerang Roma, Paulo Dybala telah berakhir setelah mendapatkan cedera di pertandingan Roma vs Lecce di Stadion Olimpico yang berakhir 2-1

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Twitter @ AS Roma
Paulo Dybala mencetak gol dari titik penalti untuk membawa Roma menang 2-1 atas Lecce, tapi setelahnya mengalami cedera 

TRIBUNJOGJA.COM - Ada kabar buruk bagi suporter sejati Roma, Romanisti, tentang Paulo Dybala, setelah laga Liga Italia Serie A Roma vs Lecce.

Musim penyerang Giallorossi Paulo Dybala telah berakhir setelah mendapatkan cedera di pertandingan Roma vs Lecce di Stadion Olimpico yang berakhir 2-1 untuk tuan rumah.

Setelah mencetak gol dari titik penalti di menit 48, Paulo Dybala mengalami kesakitan pada khaki kirinya, hingga harus meninggalkan lapangan.

Jose Mourinho menyebut bahwa Paulo Dybala tidak mungkin lagi akan bermain untuk Roma pada tahun 2022 karena cedera yang aneh.

Pelatih Roma itu juga menyatakan ketidaksenangannya dengan performa pasukannya saat melawan 10 pemain Lecce.

Chris Smalling mencetak gol saat Roma vs Lecce di Olimpico yang berakhir 2-1 untuk Giallorossi
Chris Smalling mencetak gol saat Roma vs Lecce di Olimpico yang berakhir 2-1 untuk Giallorossi (Twitter @ AS Roma)

Itu jauh dari penampilan klasik, karena bahkan setelah sundulan Chris Smalling dan kartu merah yang agak keras pada Hjulmand, 10 pemain Lecce masih menyamakan kedudukan melalui Gabriel Strefezza.

Hanya penalti Dybala untuk tendangan kecil di tumit Tammy Abraham yang memberi kemenangan bagi Giallorossi dan itu harus dibayar mahal, karena La Joya mengalami cedera paha kiri saat melakukan tendangan penalti.

“Saya tidak ingat banyak pertandingan dalam karir saya dengan 11 lawan 10 di mana saya ingin itu berakhir sesegera mungkin," kata Mourinho kepada DAZN, dikutip Tribun Jogja dari Football Italia.

“Ada kelelahan ya, fisik dan sedikit psikologis juga, karena sulit bermain Kamis dan kemudian Minggu.

“Saya menonton Udinese vs Atalanta hari ini, Anda bisa melihat dengan sangat jelas bahwa mereka adalah tim yang hanya bermain satu pertandingan dalam seminggu. Namun, itu bukan pembenaran.

“Kami mulai lapar, intensif dan menggerakkan bola dengan cepat, kemudian lebih sulit melawan 10 karena mereka diam, tetapi juga lebih keras karena kami memindahkan bola dengan buruk.

“Saya merasa sering terjadi bahwa ketika Anda lelah, Anda membuat segala sesuatunya menjadi terlalu rumit daripada membuatnya tetap sederhana.

“Anda perlu menggerakkan bola untuk menciptakan ruang, tetapi Belotti adalah satu-satunya yang memiliki dorongan nyata dengan bola di kakinya.

“Lecce menunggu 10 menit terakhir untuk mempertaruhkan segalanya untuk menyamakan kedudukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persib
    21
    14
    3
    4
    37
    25
    10
    45
    2
    Persija Jakarta
    22
    13
    5
    4
    31
    11
    13
    44
    3
    PSM Makasar
    22
    12
    8
    2
    39
    8
    22
    44
    4
    Madura United
    23
    11
    4
    8
    29
    14
    5
    37
    5
    Borneo
    21
    10
    6
    5
    38
    18
    15
    36
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved