Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Dinilai Picu Munculnya Industri-industri Baru

PT Jasamarga Jogja Bawen menilai, pembangunan Tol Yogya-Bawen sepanjang 76 kilometer akan memberi dampak perekonomian bagi DIY dan Jateng.

Penulis: IJS | Editor: APS
DOK. Humas PT Jasamarga Jogja Bawen
PT Jasamarga Jogja Bawen menilai, pembangunan Tol Yogya-Bawen sepanjang 76 kilometer akan memberi dampak perekonomian bagi DIY dan Jateng. 

TRIBUNJOGJA.COM – Proyek pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 76 kilometer yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Jawa Tengah (Jateng) resmi dimulai pada Rabu (30/3/2022).

Pembangunan tol dengan total investasi mencapai Rp 14,2 triliun itu dilaksanakan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB).

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen AJ Dwi Winarsa mengatakan, jika tol tersebut selesai dibangun, dampak perekonomian yang akan ditimbulkan luar biasa bagi kedua wilayah.

"Terutama dalam mendukung sektor pariwisata, baik itu yang ada di wilayah DIY maupun wilayah Jateng, mulai dari Magelang, Temanggung, hingga Semarang," tutur Dwi, dikutip dari keterangan persnya, Senin (10/10/2022).

Tak hanya sektor pariwisata, kata Dwi, keberadaan Tol Yogyakarta-Bawen, nantinya akan memicu munculnya industri-industri baru karena mobilisasi kendaraan akan semakin lancar.

"Kalau Tol Yogyakarta-Bawen sudah tersambung, akan memperlancar mobilisasi kendaraan, baik itu dari Semarang, Solo maupun Yogyakarta. Potensi ekonominya akan tumbuh," katanya di kantornya, Kamis (6/10/2022).

Pembangunan tol yang menghubungkan wilayah DIY dengan Jateng ini dimulai dari seksi I yakni Sleman-Banyurejo sepanjang 8,2 kilometer (km).

Adapun Tol Yogyakarta-Bawen terdiri dari enam seksi, yakni Seksi I Sleman-Banyurejo (8,25 km), Seksi II Banyurejo-Borobudur (15,26 km), Seksi III Borobudur-Magelang (8,08 km), Seksi IV Magelang-Temanggung (16,46 km), Seksi V Temanggung-Ambarawa 22,56 km, Seksi VI Ambarawa-Junction Bawen Tol Semarang-Solo (5,21 km).

Dwi menyebutkan, saat ini progres pembangunan tol Yogyakarta-Bawen Seksi I sudah mencapai 5 persen. Pengerjaan kontruksi Seksi I diharapkan akan selesai pada semester I-2024 mendatang.

Pihaknya pun optimistis tol yang menghubungkan wilayah Sleman dan Banyurejo bisa selesai tepat waktu pada semester I-2024 dan mulai bisa beroperasi pada kuartal III-2024 mendatang.

“Sekarang progresnya sudah sampai 5 persen, target selesai semester I-2024," katanya dalam siaran pers, Senin (10/10/2022).

Dwi mengungkapkan, proses pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi I berjalan cukup lancar sesuai dengan progres yang ditetapkan.

Hal itu tidak lepas dari dukungan yang diberikan semua pihak terkait, mulai dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY, Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Sleman, dan instansi lainnya.

“Sejauh ini dukungannya luar biasa. Pemprov DIY memberikan dukungan yang luar biasa untuk pembangunan tol Yogyakarta-Bawen," ungkapnya.

Dwi optimistis, dengan dukungan yang diberikan Pemprov DIY, pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen akan selesai tepat waktu pada semester I-2024 mendatang.

Sementara itu, seksi lainnya akan dibangun secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada 2027 mendatang.

Adapun groundbreaking atau peletakan batu pertama dilaksanakan di Dusun Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Sleman oleh Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, didampingi Sekretaris BPJT Triono Junoasmono, dan Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved