Berita Sleman Hari Ini

Cagar Budaya Ndalem Mijosastran Segera Direlokasi, Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Proses pemindahan atau relokasi bangunan cagar budaya Ndalem Mijosastran, di Padukuhan Pundong II, Tirtoadi, Sleman yang terdampak jalan Tol Yogya

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Keluarga Pemegang Hak Waris, Winarno menunjukkan Ndalem Mijosastran yang kini sudah terkepung proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi, Mlati Kabupaten Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Proses pemindahan atau relokasi bangunan cagar budaya Ndalem Mijosastran, di Padukuhan Pundong II, Tirtoadi, Sleman yang terdampak jalan Tol Yogya-Bawen akhirnya menemui sedikit titik terang.

Sebelumnya, bangunan bersejarah berbentuk rumah limasan tradisional itu sempat terkatung-katung. Kini, pihak tol memastikan bahwa dalam waktu dekat bangunan cagar budaya akan segera direlokasi. 

PPK Pengadaan Lahan Jalan Tol Yogya-Bawen, M Mustanir mengatakan, dalam sebulan terakhir dokumen pembebasan lahan bangunan cagar budaya Ndalem Mijosastran terus berproses.

Menurut dia, beberapa waktu lalu ada permintaan surat dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) kepada Panitia Pengadaan Tanah (P2T) untuk memeriksa keabsahan dokumen, dan itu semua sudah dilengkapi. 

Baca juga: KECELAKAAN Tiga Sepeda Motor di Pakem Sleman, Satu Orang Meninggal Dunia 

"Jadi sebenernya secara administrasi kita sudah lengkapi semua. Kemarin pas waktu rapat tanggal 7 (Oktober) bersama tim persiapan di Dispertaru juga kami sudah sampaikan ke BPN bahwa ini butuh kami segerakan, dan diiyakan," kata Mustanir, Senin (10/10/2022). 

Proses pengadaan tanah pembangunan jalan tol yang melewati cagar budaya diatur dalam UU nomor 11/2010 tentang pelestarian cagar budaya dan UU nomor 2/2012 tentang pengadaan tanah.

Berdasarkan hasil kajian, meskipun bangunan yang terdampak hanya separuh, rencananya bakal direlokasi utuh.

Apalagi, ahli waris sudah mengajukan izin relokasi ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan telah mendapatkan rekomendasi dari dewan pertimbangan Pelestarian warisan budaya (DP2WB) DIY.  

Berkas kajian rencana pemindahan itu telah diberikan ke Panitia Pengadaan Tanah (P2T).

Selanjutnya diserahkan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) karena ada perubahan spek untuk dilakukan penghitungan kembali berdasar hasil kajian tersebut.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) juga telah meminta petunjuk ke Komite Penyusunan Standar Penilaian Indonesia (KPSPI) dan telah mendapatkan jawaban beberapa waktu lalu. Petunjuk rekomendasi itu yang akan dijalankan. 

Mustanir memastikan bangunan cagar budaya Ndalem Mijosastran dalam waktu dekat akan segera direlokasi. "Mudah-mudahan (targetnya) sebelum akhir tahun, bisa," harap dia. 

Sementara itu, Keluarga Pemegang Hak Waris Ndalem Mijosastran, Widagdo Marjoyo berharap bangunan cagar budaya berbentuk rumah limasan tradisional itu segera direlokasi secepatnya sesuai target yang ditentukan oleh pihak tol.

Sebab, semua dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap semua. 

"Ya, kami berharap semakin cepat, semakin baik," kata dia. 

Baca juga: Psikiater RSUP Dr Sardjito Sebut Kesehatan Mental Sering Menyerang Usia Produktif 

Diketahui, ndalem Mijosastran yang berada di Padukuhan Pundong II, Mlati, Kabupaten Sleman kini masih berdiri di antara lahan yang sudah dalam pengerjaan pembangunan jalan tol.

Bangunan rumah limasan ini memiliki sejarah panjang diawal kemerdekaan Republik Indonesia. Pernah difungsikan sebagai pos Tentara Indonesia.

Pada tahun 2015, bangunan ini mendapatkan penghargaan anugerah budaya Pelestarian Cagar Budaya dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan pada tahun 2017 melalui Surat Keputusan Bupati Sleman, No:14.7/Kep.KDH/A/2017 tertanggal 6 Februari 2017 ditetapkan menjadi cagar budaya. (rif)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved