Berita Internasional

CERITA Bocah 3 Tahun di Thailand, Satu-satunya Penyintas dari 37 Korban Tewas Penembakan Massal

Emmy adalah satu-satunya anak yang hidup dari tragedi penembakan di Nong Bua Lamphu. Total, ada 37 orang meninggal dunia, termasuk istri

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Seorang wanita berdoa di depan peti mati kerabatnya, tewas dalam penembakan massal oleh seorang mantan petugas polisi di kamar bayi, di kuil Wat Si Uthai di provinsi Nong Bua Lam Phu timur laut Thailand pada 8 Oktober 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Emmy baru berusia tiga tahun ketika dia harus menjadi satu-satunya korban selamat dari penembakan massal yang terjadi di Pusat Pengembangan Anak Uthai Sawan, Kamis (6/10/2022) lalu.

Pada pukul 12.00 waktu lokal, Emmy dan teman-teman tertidur, karena itu memang waktunya tidur siang.

Tiada yang menduga, itu justru menjadi waktu petaka. Mantan polisi, Panya Kamrab masuk ke gedung PAUD Thailand itu dan mulai menembak staf serta guru.

Dia juga membunuh semua teman Emmy saat tertidur. Memang, hingga kini, tidak jelas bagaimana Emmy bisa hidup.

Emmy ditemukan terbangun, meringkuk di dekat tubuh temannya.

“Dia tidak tahu apa yang terjadi ketika terbangun,” buka kakek Emmy, Somsak Srithong (59), mengutip BBC.

Emmy kecil mungin berpikir bahwa teman-temannya masih tertidur. Petugas kepolisian juga telah menutup wajahnya dan menjauhkan Emmy dari darah-darah yang mengalir.

Penyelamat membawa Emmy ke lantai dua untuk membebaskannya dari horror yang terjadi di siang bolong itu.

Mereka juga masuk ke kelas-kelas, berharap masih ada anak yang hidup.

Emmy adalah satu-satunya anak yang hidup dari tragedi penembakan di Nong Bua Lamphu. Total, ada 37 orang meninggal dunia, termasuk istri dan anak tiri penembak. 24 di antaranya adalah anak-anak.

“Saya sangat bersyukur, Emmy bisa selamat. Saya mendekapnya erat ketika pertama kali melihatnya,” kata Somsak.

Baca juga: Makanan Thailand di Jogja, Tiga Rekomendasi di Wilayah Sleman dan Kota Jogja

Ibunda Emmy, Panompai Srithong (35) bekerja di Bangkok. Dia juga sudah diberitahu kalau banyak anak PAUD meninggal dunia dan harus diyakinkan bahwa anaknya selamat.

Pelaku kini sudah mati, menembakkan diri sendiri. Nahas, sebelum dia mengambil nyawanya, dia juga menembak istri dan anak tirinya.

Sejumlah saksi mata turut membeberkan detik-detik menegangkan penembakan massal itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved