Tragedi Stadion Kanjuruhan

Diagnosa Penyakit PSSI yang Selalu Kambuhan, Ini Kata Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD 

Bak penyakit yang selalu kambuhan, diagnosa terhadap kekurangan PSSI dalam pengelolaan sepak bola Indonesia diperlukan untuk bisa memperbaiki

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Surya Malang/Purwanto
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mendalami apa saja kekurangan atau kesalahan PSSI dalam tata kelola sepak bola nasional - Foto dok ilustrasi: KESAKSIAN Penonton Arema vs Persebaya yang Lolos dari Tragedi Tewaskan 127 Orang di Stadion Kanjuruhan - 

TRIBUNJOGJA.COM - Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang menjadi momentum bagi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mendalami apa saja kekurangan atau kesalahan PSSI dalam tata kelola sepak bola nasional. 

Bak penyakit yang selalu kambuhan, diagnosa terhadap kekurangan PSSI dalam pengelolaan sepak bola Indonesia diperlukan untuk bisa memperbaiki dan menata kembali. 

Oleh karena itu, TGIPF Tragedi Kanjuruhan akan meneliti “penyakit” PSSI yang selama ini selalu berulang terjadi.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD. Berbagai “penyakit” dalam tubuh PSSI terkait tata kelola sepak bola nasional, menurut Mahfud MD, akan digali.

“Tim ini akan menggali lebih jauh penyakit-penyakit PSSI yang selama ini selalu terulang,” ujar Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Menurut Mahfud, hasil penelitian terhadap “penyakit” PSSI nanti akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil itu akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi jangka panjang.

Mahfud MD menggambarkan, rekomendasi jangka panjang di antara seperti penataan regulasi sepak bola nasional ke depan.

Jangka pendek: penetapan tersangka tragedi Kanjuruhan

Untuk rekomendasi jangka pendek, menurut Mahfud, hal tersebut sudah dijalankan dengan adanya penetapan enam tersangka dalam tragedi Kanjuruhan oleh Polri.

“Yang jangka pendek sebenarnya sudah ada jawabannya ya, itu tadi penetapan tersangka, pemecatan, kemudian perintah renovasi stadion di seluruh Indonesia kepada PUPR. Itu yang untuk jangka pendek,” ujar Mahfud MD.

Mahfud menuturkan, TGIPF saat ini tengah bekerja secara berpencar di tiga daerah untuk mengusut tragedi Kanjuruhan, mulai dari Jakarta, Surabaya, dan Malang.

Mereka menemui sejumlah narasumber dan melihat serta mencari bukti-bukti fisik terkait tragedi yang menyebabkan 131 orang meninggal dunia tersebut.

Namun, ia berharap narasumber utama yang ditemui TGIPF dapat hadir di kantornya pada Selasa (11/10/2022).

“Mulai Rabu dan Kamis kami akan konsentrasi menyusun laporan sehingga diharapkan itu pekan depan selesai,” kata Mahfud MD.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved