Pemkab Kulon Progo Anggarkan Dana BTT Rp4,7 Miliar untuk Penanganan Bencana

Pengalokasian dana tersebut di antaranya untuk penanganan bencana alam mengingat kondisi geografis Kulon Progo yang rawan terjadi bencana

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Pj Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menganggarkan dana sekitar Rp4,7 Miliar.

Pengalokasian dana tersebut di antaranya untuk penanganan bencana alam mengingat kondisi geografis Kulon Progo yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir. 

"Alam di Kulon Progo sisi utara ke barat seperti itu (rawan tanah longsor), kita tidak bisa mengubah alam, yang bisa menyesuaikan manusia," kata Tri Saktiyana, Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Kamis (6/10/2022). 

Untuk itu, masyarakat perlu memahami upaya mitigasi bencana baik sebelum hingga sesudah kejadian. 

Sehingga penduduk yang sudah lama berdomisili di daerah rawan semestinya sudah mengetahui kondisi lingkungannya. Dengan begitu, mereka paham tingkat risikonya. 

"Seperti kemarin (Senin di Jatimulyo) yang saya kunjungi memang rumahnya mepet tebing. Sehingga pengetahuan tentang mitigasi tanah longsor, aliran air perlu lebih ditingkatkan," ucapnya. 

Oleh karenanya, Pemkab Kulon Progo juga mengalokasikan dana untuk mengatasi bencana jika sewaktu-waktu terjadi di kabupaten setempat. 

Terpisah, Kepala BPBD Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi melanjutkan, dana yang dialokasikan Pemkab Kulon Progo untuk penanganan bencana sekitar Rp 4,7 Miliar. 

"Info dari Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) masih tersedia dana belanja tak terduga (BTT) sekitar Rp 4,7 Miliar," ucapnya. 

Hanya saja, selain digunakan untuk kebencanaan juga untuk kegiatan lain yang mendesak dan tidak dianggarkan.

Sehingga dana BTT tidak hanya dikelola oleh BPBD melainkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. 

Misalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk penanganan demam berdarah (DB) dengan fogging. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) untuk logistik pengungsi. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved