Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Dukung Satpol PP Tertibkan Cukai Ilegal yang Beredar di Kabupaten Bantul

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pendapatan dari bea cukai rokok yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sebesar Rp1,5 miliar.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan arahan saat Sosialisasi Barang Kena Cukai bersama Satpol PP Kabupaten Bantul dan Kantor Bea Cukai di Puncak Becici Dlingo, Kamis (6/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pendapatan dari bea cukai rokok yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sebesar Rp1,5 miliar.

Baca juga: Bupati Halim Sebut Ajang Kustomfest Kuatkan Ekosistem Industri Kreatif dan Craft Bantul

Baca juga: Bupati Halim Sebut Ajang Kustomfest Kuatkan Ekosistem Industri Kreatif dan Craft Bantul

“Dari keseluruhan cukai rokok yang masuk itu, dikembalikan kepada masyarakat dengan prioritas pada sektor kesehatan, peningkatan layanan kesehatan, dan pemulihan ekonomi untuk kesejahteraan,” ujar Bupati Abdul Halim Muslih saat acara Sosialisasi Barang Kena Cukai (BKC) bersama jajaran Satpol PP Kabupaten Bantul dan kantor Bea Cukai Yogyakarta di Puncak Pinus Becici, Gunungcilik, Kalurahan Muntuk, KapanewonDlingo, Kamis (6/10/2022).

Karenanya, lanjut Abdul Halim, Satpol PP sebagai bagian alat negara untuk terus melakukan penertiban, tindakan, demi menyelamatkan keuangan negara. “Apalagi hari ini, negara sedang butuh duit banyak untuk membiayai dampak-dampak inflasi,” jelas Bupati Halim.

Lebih jauh, Bupati Bantul menyampaikan, barang kena cukai ini adalah barang-barang tertentu yang mempunyai sifat peredarannya harus diawasi dan konsumsinya harus dikendalikan. Sehingga, dapat mencegah terjadinya kebocoran akan cukai, karena cukai merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan yang ditujukan untuk sektor kesehatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga dengan sosialisasi ini anggota Satpol PP sebagai salah satu aparatur penegak peraturan, dapat mengetahui dan memahami tentang barang-barang kena cukai, serta dapat mengidentifikasi barang kena cukai,” tandas Abdul Halim Muslih.

Pada kesempatan tersebut pula orang nomor satu di Kabupaten Bantul melepas anggota Satpol PP Bantul yang purna tugas. “Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdiannya selama ini. Saya harapkan, pengabdian kepada masyarakat tetap akan terus dilanjutkan,” pesan Halim.

Diketahui, keberadaan rokok ilegal di Kabupaten Bantul yang masih menjamur menjadi perhatian aparat penegak perda. Karena itulah, sebagai upaya peningkatan kapasitas satuan tugas dalam penertiban barang kena cukai ilegal, Satpol PP Kabupaten Bantul menggelar sosialiasi bersama tim pengendali dan pemberantasan cukai ilegal Kabupaten Bantul. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved