Tragedi Stadion Kanjuruhan

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Kritisi Sikap Presiden Jokowi

Anggota komisi III DPR itu menilai Jokowi harusnya lebih fokus pada penggunaan gas air mata.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Presiden Joko Widodo seusai meninjau stadion tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (5/10/2022) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo semestinya menyinggung penggunaan gas air mata dalam penanganan massa suporter hingga menewaskan 131 orang di Stadion Kanjuruhan pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya. 

Penilaian itu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Santoso. Ia mengatakan Presiden Jokowi kurang bijaksana.

Santoso mengkritisi sikap Presiden Jokowi karena ia anggal lebih menyoroti audit stadion sepak bola ketimbang penggunaan gas air mata dalam tragedi tewasnya 131 suporter di Stadion Kanjuruhan.

Baca juga: Janji Jokowi dan Cerita Getir Atok Setelah 2 Putrinya Tewas dalam Kepungan Gas Air Mata di Pintu 13

Anggota komisi III DPR itu menilai Jokowi harusnya lebih fokus pada penggunaan gas air mata. Menurutnya, gas air mata diduga menjadi pemicu kepanikan suporter sehingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang.

“(Jokowi) kurang bijaksana. Jangan ada lagi gas air mata yang dibeli dari pajak yang rakyat bayarkan digunakan untuk membunuh rakyat,” kata Santoso pada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Ia juga mendorong Jokowi untuk mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi kinerja anggotanya.

Menurut pandangannya, Kapolri harus mencari tahu siapa anggotanya yang bekerja serampangan dan mengakibatkan kematian penonton.

Situasi ini, menurutnya, juga menjadi kesempatan bagi institusi Polri untuk berbenah.

“Momentum Polri melakukan perbaikan dalam penanganan massa. Jangan lagi bersifat represif harus mengutamakan soft power,” ujarnya.

Terakhir, Santoso mendorong pemerintah hadir untuk keluarga para korban.

“Keluarga korban harus mendapatkan keadilan berupa santunan, dan memberi hukuman kepada anggota Polri yang lalai, yang menyebabkan tewasnya penonton,” ujarnya.

Diketahui, Jokowi meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mengaudit semua stasion sepak bola di Indonesia yang dipakai untuk gelaran Liga 1 hingga Liga 3.

Jokowi menyebut ada beberapa hal yang mesti diaudit, salah satunya sesuai atau tidaknya gerbang stadion dengan standar yang berlaku.

Audit itu diminta Jokowi usai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022, yang menewaskan 131 suporter Arema FC.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved