Tragedi Stadion Kanjuruhan

Penjelasan Irjen Dedi Soal Penangkapan Si Pengunggah Video Pintu Keluar saat Tragedi Kanjuruhan

Irjen Dedi mengaku bahwa tim investigasi khusus Mabes Polri mengamankan beberapa orang, termasuk yang mengunggah video tentang pintu stadion tertutup

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Div Humas Polri
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo 

TRIBUNJOGJA.COM - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan penjelasan terkait kabar pengunggah video pintu keluar Stadion Kanjuruhan tertutup telah diciduk polisi.

Irjen Dedi mengaku bahwa tim investigasi khusus Mabes Polri mengamankan beberapa orang, termasuk yang mengunggah video tentang pintu stadion tertutup atau terkunci. 

Walau demikian, Irjen Dedi menegaskan langkah mengamankan beberapa orang itu dimaksudkan dalam konteks penyelidikan. 

"Ya termasuk pengunggah video dari pihak masyarakat. Tujuannya agar timsus bisa melakukan penyelidikan secara menyeluruh," ucap Irjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (4/10/2022).

Sebagaimana beredar, video memperlihatkan pintu keluar Stadion Kanjuruhan tertutup saat tragedi kerusuhan viral di media sosial.

Setelah unggahan video itu, ramai beredar si pengunggah video itu diamankan polisi. Kabar tersebut menjadi perbincangan di masyarakat, termasuk Aremania, Tribun Jogja mengutip laporan kompas.com.

Menurut informasi yang dihimpun, pengunggah video penutupan pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang adalah salah satu petugas kebersihan di Stasiun Malang Kota Baru.

Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif membenarkan bahwa salah satu petugas kebersihannya dibawa oleh polisi.

"Iya Senin (3/10/2022) kemarin dibawa polisi dimintai keterangan, tapi sekitar pukul 18.00 WIB kemudian disuruh balik," ungkap dia saat dikonfirmasi, Rabu (5/10/2022).

Luqman tidak menyebutkan secara mendetail kejadian dan siapa pegawai yang dibawa oleh kepolisian.

Penjelasan polisi

Irjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers mengatakan, tim investigasi khusus Mabes Polri memang mengamankan beberapa saksi, termasuk masyarakat umum.

Pihaknya memastikan bahwa pengamanan itu hanya untuk kepentingan pemeriksaan sebagai saksi.

Dedi tidak menyebutkan secara spesifik siapa saja masyarakat yang dimintai keterangan sebagai saksi dalam tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved