Tragedi Kanjuruhan

Ini Instruksi Mantan Kapolres Malang AKBP Ferli ke Anggota Sebelum Tragedi Kanjuruhan

AKBP Ferli Hidayat sejak awal sudah memberikan instruksi kepada jajaran petugas keamanan untuk tidak melakukan kekerasan yang bersifat eksesif

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
tiktok polres malang official
Momen AKBP Ferli Hidayat menyapa aremania sebelum laga Arema vs Persebaya yang berakhir dengan tragedi Knajuruhan, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, MALANG - Upaya untuk mencegah terjadinya kerusuhan sebenarnya sudah dilakukan oleh oleh mantan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat sebelum laga Arema FC vs Persebaya Surabaya digelar.

AKBP Ferli Hidayat sejak awal sudah memberikan instruksi kepada jajaran petugas keamanan untuk tidak membawa senjata, tidak melakukan kekerasan yang bersifat eksesif atau melebihi kebiasaan.

Hal itu disampaikan oleh AKBP Ferli Hidayat kepada petugas yang bertugas mengamankan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Tak hanya itu, untuk menjaga kondusifitas di stadion, AKBP Ferli Hidayat bahkan menyempatkan diri untuk membaur dengan suporter Arema FC, Aremania.

Namun, laga akhirnya berakhir dengan kericuhan setelah tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.

Suporter turun ke lapangan sehingga memicu polisi untuk melepaskan tembakan gas air mata ke arah penonton.

Tak hanya ke arah lapangan, tembakan gas air mata juga mengarah ke tribun penonton sehingga menyebabkan kepanikan hingga berujung Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 orang meninggal dunia.

Buntut dari kejadian itu, jabatan AKBP Ferli Hidayat dicopot dan digantikan oleh AKBP Putu Kholis Aryana.

Sementara AKBP Ferli Hidayat dimutasi jadi Pamen SSDM Polri.

Pascakerusuhan tersebut, di media sosial, beredara video AKBP Ferli Hidayat saat memberikan instruksi kepada anggotanya lima jam sebelum pertandingan Arema vs Persebaya.

Beredar juga video interaksi AKBP Ferli Hidayat dengan para aremania, sebelum tragedi Kanjuruhan terjadi.

Dalam video yang viral di TikTok AKBP Ferli HIdayat memberikan instruksi ke anggotanya di dalam tribun stadion Kanjuruhan.

"Tolong tidak ada satu pun anggota yang membawa senjata. Jadi kalau masih ada baik bintara senior maupun perwira, tolong segera diamankan dahulu," seru AKBP Ferli dengan lantangnya seperti yang dikutip dari Surya.co.id.

AKBP Ferli juga mengimbau berkali-kali ke anggotanya untuik tidak melakukan kekerasan yang bersifat eksesif (melampaui kebiasaan).

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved