Bayern Munchen Turut Beri Penghormatan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Simpati atas tragedi sepak bola yang terjadi di Malang bahkan datang dari suporter klub raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
Twitter.com/Eurofootcom
Fans Bayern Munchen memberikan tribut untuk korban Tragedi Kanjuruhan dalam matchday 3 Grup C Liga Champions 2022-23 antara Bayern Munchen vs Viktoria Plzen di Stadion Allianz Arena, Selasa (4/10/2022) malam WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM- Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Liga 1 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Persebaya Surabaya rampung digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam WIB, menelan banyak korban jiwa

Berdasarkan rilis resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang diverifikasi pihak Polri hingga Minggu (2/10/2022) malam, korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan mencapai 125 orang.

Banyaknya korban jiwa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan mengundang keprihatinan. Dunia pun ikut berbelasungkawa.

Simpati atas tragedi sepak bola yang terjadi di Malang bahkan datang dari suporter klub raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Dalam matchday 3 Grup C Liga Champions 2022-23 antara Bayern Munchen vs Viktoria Plzen di Stadion Allianz Arena, Selasa (4/10/2022) malam WIB, fans Bayern membentangkan spanduk bertuliskan: More Than 100 People Killed By The Police, Remember the Dead of Kanjuruhan! (Lebih dari 100 orang tewas oleh Polisi, mengingat para korban Kanjuruhan!).

Tak hanya di tribun suporter, kedua tim di lapangan pun mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati korban Tragedi Kanjuruhan.

Menilik data dari Football Stadiums, insiden di Kanjuruhan merupakan tragedi stadion sepak bola terbesar kedua dalam sejarah jika melihat jumlah korban meninggal.

Adapun kejadian paling memilukan dalam sejarah sepak bola terjadi pada 24 Mei 1964 di Estadio Nacional, Lima, Peru.

Saat itu, Peru bertanding melawan Argentina dalam kualifikasi Olimpiade. Peru tertinggal 0-1 dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir.

Namun, gol penyama kedudukan Peru dianulir oleh wasit. Hal itu kemudian menimbulkan kerusuhan yang mengakibatkan 328 orang tewas.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved