Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Apresiasi Patung Jenderal Soedieman di DPRD DIY Jadi Cara Eko Suwanto Maknai HUT Ke-77 TNI

Eko Suwanto mengajak masyarakat memaknai HUT TNI dengan napak tilas sejarah perjuangan TNI .

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Eko Suwanto memiliki cara unik untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 tahun Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) .

Melalui patung Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman yang berdiri kokoh di halaman DPRD DIY , Eko Suwanto mengajak masyarakat memaknai HUT TNI dengan napak tilas sejarah perjuangan TNI .

Anggota DPRD DIY dari fraksi PDIP itu juga meminta masyarakat melanjutkan perjuangan para tentara yang sudah mendahului. 

"Selamat hari TNI , semoga terus berjuang menjaga Indonesia. Semangat yang juga digelorakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Sosok teladan tiap prajurit yang diabadikan di halaman DPRD DIY ," kata Eko Suwanto , Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Eko Suwanto: Pembangunan Infrastruktur Kampung di Kota Jogja Harus Dapat Dukungan Anggaran Memadai

Eko Suwanto , Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta ini menambahkan, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sosok Jenderal Soedirman Panglima TNI pertama banyak memberikan keteladanan dalam bersikap, bertindak, berjuang untuk wujudkan cita cita kemerdekaan Indonesia. 

"TNI perlu terus menjaga persatuan Indonesia dan tidak lupa akan sejarah Perjuangan Indonesia. Presiden Soekarno, proklamator RI berikan pesan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia harus kompak dan bersatu. Dan satu-satunya dasar agar supaya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berkompak satu ialah dasar Pancasila. Kalau memakai dasar lain daripada Pancasila, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia akan terpecah belah. Pegang teguh akan hal ini, saudara-saudara," kata Eko Suwanto .

Dia menambahkan, patung Jenderal Soedirman yang dikerjakan oleh seniman Hendra Gunawan dan Sanggar Pelukis Rakyat dengan media batu andesit di tahun 1950 dengan ukuran tinggi 4 meter dari landasan dan ditempatkan di halaman DPRD berdiri kokoh hingga kini. 

Sesuai data dari galeri nasional, lanjut Eko Suwanto , patung Jenderal Soedirman yang dikerjakan oleh Hendra Gunawan dan Sanggar Pelukis Rakyat pada tahun 1950 merupakan salah satu karya patung publik awal yang bersejarah di Yogyakarta

Patung setinggi 4 meter yang dipahat dari satu batu andesit utuh ini menampilkan sosok Jenderal Sudirman lengkap dengan atribut khasnya, mengenakan jubah tebal, memakai ikat kepala, berdiri dengan sebelah tangannya bertumpu pada sebuah tongkat. 

Baca juga: Sekjen PDIP Gelar Jumpa Pers, Eko Suwanto Ungkap Cerita Dugaan Kecurangan Pemilu 2009

Walaupun dikerjakan dengan gaya realistik, Hendra memberikan kesan ekspresif pada tekstur dan lekukan tubuh serta pakaian sang Jenderal.

Patung yang berada di kawasan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan simbol penghargaan juga pengingat atas keteladanan Jenderal Soedirman, pemuda pemberani yang terpilih menjadi Panglima Besar pertama Tentara Nasional Republik Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan di mana ketika itu ibu kota negara berada di Yogyakarta

Menurutnya, Soedirman layak direpresentasikan sebagai model sosok “pahlawan ideal” yang memiliki sifat-sifat mulia seperti tegas, teguh pendiriannya, jujur, keras, berwibawa, humanis, bersahaja, serta disegani dan dicintai rakyatnya. 

"Pidato beliau pada kongres Persatuan Perjuangan di Purwokerto yang ikonik dikenang oleh bangsanya hingga hari ini, “Lebih baik diatom daripada merdeka kurang dari 100 persen," ujarnya 

"Ayo terus lanjutkan perjuangan pahlawan bangsa Panglima Besar Jenderal Soedirman. Selamat HUT TNI , terus lah berjuang menjaga Indonesia dan menjadi pengayom, pelindung rakyat Indonesia," sambung Eko Suwanto . ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved