Berita Gunungkidul Hari Ini

Tingkat Penumpang Angkutan Darat di Gunungkidul Diklaim Stabil Pasca Naiknya Harga BBM Subsidi

Dishub Gunungkidul terus memantau dan mengevaluasi dampak kenaikan harga BBM subsidi bagi angkutan umum.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul terus memantau dan mengevaluasi dampak kenaikan harga BBM subsidi bagi angkutan umum.

Evaluasinya termasuk pergerakan pengguna jasa transportasi darat.

Kepala Dishub Gunungkidul , Rakhmadian Wijayanto menyebut jika tingkat pergerakan penumpang angkutan darat masih terbilang stabil.

"Bisa dibilang kenaikan harga BBM tidak terlalu berpengaruh pada pergerakan penumpang," kata Rakhmadian pada Selasa (04/10/2022).

Baca juga: Bupati Gunungkidul Hadiri Aksi Solidaritas Bagi Korban di Stadion Kanjuruhan Malang 

Klaim ini didasarkan pada survei yang pihaknya lakukan terhadap para pengguna transportasi darat.

Khususnya penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Dhaksinarga Wonosari dan Terminal Semin.

Adapun kenaikan harga BBM menyebabkan harga tiket perjalanan bus AKAP juga ikut terkerek.

Meski begitu, Rakhmadian menilai kebanyakan penumpang memaklumi kebijakan naiknya harga tiket.

"Kalau mereka keberatan tentunya akan kami fasilitasi, namun ternyata kebanyakan memaklumi kondisinya," ujarnya.

Rakhmadian sebelumnya mengungkapkan jika harga tiket bus AKAP mengalami kenaikan antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu dari harga sebelumnya.

Kenaikan tersebut ditetapkan oleh pengelola bus AKAP alias Perusahaan Otobus (PO).

Kendati demikian, Dishub Gunungkidul masih tetap menunggu kebijakan pusat terkait batas atas dan bawah tarif tiket bus AKAP dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Termasuk batas tarif untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Dishub DIY.

Baca juga: Wabup Gunungkidul Harapkan DPP Terus Fasilitasi Petani untuk Optimalisasi Hasil Panen

"Kewenangan kami hanya untuk angkutan desa (angkudes) dan angkutan kota (angkot), kesepakatannya naik Rp 5 ribu," kata Rakhmadian.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gunungkidul , Henry Ardyanta mengatakan kebijakan menaikkan harga mau tidak mau harus dilakukan demi menekan biaya operasional, pasca naiknya harga BBM subsidi jenis solar.

Meski demikian, ia juga meyakini masyarakat tetap akan menggunakan angkutan darat meski tarifnya naik.

Sebab menurutnya, tarif angkutan darat masih paling terjangkau dibanding moda transportasi lain.

"Asalkan kemampuan daya beli masyarakatnya juga masih terjaga," kata Henry beberapa waktu lalu.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved